Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Presiden Trump Pimpin Sidang Perdana Board of Peace di Washington, Bahas Rekonstruksi Gaza dengan Dukungan 47 Negara

Editor Content • Kamis, 19 Februari 2026 | 15:00 WIB
Pernyataan resmi Gedung Putih.
Pernyataan resmi Gedung Putih.

RADAR MALIOBORO – Presiden Amerika Serikat Donald Trump memimpin langsung sidang perdana Board of Peace di Washington, DC, pada Kamis (19/2/2026).

Forum internasional ini dihadiri perwakilan dari lebih dari 45 negara termasuk Uni Eropa, dengan fokus utama pada rekonstruksi Gaza pasca-gencatan senjata rapuh yang dimulai Oktober 2025.

Menurut pernyataan resmi Gedung Putih dan laporan Reuters, Board of Peace yang diketuai langsung oleh Trump berhasil mengumpulkan komitmen dana lebih dari $5 miliar untuk upaya kemanusiaan dan pembangunan kembali Gaza.

Kontribusi terbesar datang dari sekutu dekat AS di Teluk, yaitu Uni Emirat Arab (UAE) dan Kuwait, masing-masing menyumbang sekitar $1,2 miliar.

Sidang yang digelar di Donald J. Trump U.S. Institute of Peace (bangunan yang baru-baru ini berganti nama) ini juga membahas pembentukan International Stabilization Force multinasional.

Ribuan personel dari negara anggota telah dikomitmen untuk menjaga keamanan dan mendukung pembentukan kepolisian lokal di Gaza.

Namun, penempatan pasukan tersebut masih tertunda hingga proses pelucutan senjata Hamas rampung sepenuhnya.

Meski mendapat sambutan positif dari sejumlah negara Arab dan sekutu Barat, Board of Peace menghadapi sejumlah kendala krusial: Palestina tidak diundang sebagai peserta langsung dalam forum ini.

Anggota tetap Dewan Keamanan PBB seperti China dan Rusia juga absen.

Hamas dilaporkan masih memperkuat pengaruhnya di Gaza dengan menempatkan loyalis di posisi kunci pemerintahan sementara, mengumpulkan pajak, dan membayar gaji pegawai.

Aliran bantuan kemanusiaan ke Gaza masih dinilai “sangat terbatas” dan “mengkhawatirkan” oleh pejabat AS.

Trump menyebut Board of Peace sebagai “badan internasional paling berpengaruh dalam sejarah” dan berjanji akan menjadi model penyelesaian konflik global di masa depan.

Baca Juga: Bukan Sukses Instan: EJAE, Penyanyi “Golden” KPop Demon Hunters Menempuh Jalan Panjang dari Jadi Trainee di SM hingga Raih Penghargaan di Grammy

Namun, para analis menilai keberhasilan inisiatif ini sangat bergantung pada kemampuan menekan Israel untuk mematuhi gencatan senjata sepenuhnya serta kemauan Hamas menerima komite teknokrat Palestina yang diawasi internasional.

Latar Belakang Inisiatif Trump Board of Peace lahir dari rencana damai 20 poin yang diusung Trump untuk mengakhiri konflik Gaza.

Rencana tersebut disetujui melalui Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803 pada November 2025.

Gencatan senjata yang berlaku sejak Oktober 2025 menjadi fondasi, meski pelaksanaannya masih rapuh dengan laporan pelanggaran sporadis.

Sidang perdana ini dianggap sebagai ujian awal apakah Board of Peace mampu berfungsi sebagai alternatif mediasi PBB di kawasan, khususnya di tengah skeptisisme dari sebagian sekutu Eropa dan ketidakhadiran kekuatan besar seperti China dan Rusia. (iwa)

(Berita ini dikompilasi dari Reuters, pernyataan Gedung Putih, dan sumber terverifikasi lainnya per 19 Februari 2026 pukul 14.53 WIB)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Donald Trump Board of Peace #Gencatan Senjata Gaza #sidang Board of Peace Washington #International Stabilization Force Gaza #Rekonstruksi Gaza 2026