Radar Malioboro – Di tengah eskalasi konflik Timur Tengah yang melibatkan serangan militer Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran, Spanyol menegaskan sikap tegasnya menolak perang.
Perdana Menteri (PM) Spanyol, Pedro Sánchez, menyatakan bahwa Spanyol tidak akan mendukung aksi militer unilateral tersebut, menyebutnya sebagai "bermain Russian roulette dengan nasib jutaan nyawa".
Pernyataan ini disampaikan Sánchez dalam pidato televisi pada Rabu (4/3/2026), menyusul ancaman Presiden AS Donald Trump untuk memotong seluruh perdagangan dengan Madrid.
Konflik yang meletus akhir Februari 2026 ini dimulai dengan serangan bersama AS-Israel terhadap fasilitas nuklir dan militer Iran, sebagai respons atas dugaan serangan Iran terhadap negara-negara Teluk Persia dan Siprus.
Spanyol, sebagai anggota NATO dan Uni Eropa (UE), menolak memberikan dukungan militer, termasuk larangan penggunaan pangkalan udara dan laut bersama di selatan Spanyol untuk operasi AS.
Menteri Luar Negeri Spanyol, José Manuel Albares, menolak tuduhan Menteri Luar Negeri Israel Gideon Sa'ar yang menyebut Spanyol "berdiri bersama Iran dan para tiran dunia", menyebutnya sebagai "absurd dan konyol".
Sánchez menekankan pentingnya de-eskalasi, kepatuhan terhadap hukum internasional, dan kembalinya ke meja perundingan di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
"Spanyol berkomitmen pada perdamaian, seperti sikap kami di Ukraina dan Gaza. Tidak ada dukungan untuk runtuhnya hukum internasional yang melindungi kita semua, terutama warga sipil," ujarnya.
Meski demikian, pemerintahan koalisi PSOE-Sumar dikritik oleh kelompok kiri karena tetap menyediakan infrastruktur logistik secara tidak langsung, meskipun secara resmi menjauhkan diri dari operasi.
Sikap Spanyol ini mendapat dukungan dari Komisi Eropa, sementara negara-negara seperti Prancis, Jerman, dan Inggris lebih condong mendukung aksi "pertahanan proporsional" terhadap Iran.
Wakil PM Spanyol María Jesús Montero menegaskan, "Kami tidak akan menjadi vasal siapa pun, kami tidak akan mentolerir ancaman, dan kami akan mempertahankan nilai-nilai kami."
Bagi masyarakat di Yogyakarta, Solo, Semarang, dan seluruh Jawa Tengah yang mengikuti isu geopolitik global, sikap Spanyol ini menjadi contoh diplomasi progresif di tengah ketegangan dunia.
Konflik ini telah menewaskan lebih dari 1.000 orang di Iran, dengan risiko penyebaran ke wilayah lain seperti Lebanon dan Yaman.
Dampak ekonomi global, termasuk kenaikan harga minyak, juga dirasakan di Indonesia, memengaruhi inflasi dan stabilitas energi. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin