Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Arab Saudi Usir Atase Militer Iran dan 4 Staf Kedutaan, Kesepakatan Normalisasi Beijing 2023 Dipertanyakan

Iwa Ikhwanudin • Senin, 23 Maret 2026 | 10:59 WIB

Photo
Photo

RIYADH, 23 Maret 2026 – Ketegangan di Timur Tengah semakin memanas setelah Arab Saudi secara resmi mengusir atase militer Iran beserta asistennya dan tiga staf kedutaan besar Iran di Riyadh.

Keputusan ini diumumkan Kementerian Luar Negeri Arab Saudi pada Sabtu (22/3/2026) waktu setempat, dengan memberikan waktu 24 jam bagi para pejabat tersebut untuk meninggalkan kerajaan.

Menurut pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Saudi, pengusiran dilakukan setelah deklarasi persona non grata terhadap kelima individu tersebut.

Alasan utama adalah serangan berulang kali yang dilakukan Iran terhadap wilayah Saudi, termasuk serangan drone dan rudal yang menargetkan infrastruktur sipil, ekonomi, serta kepentingan diplomatik.

“Serangan berulang Iran terhadap kedaulatan Saudi, objek sipil, warga negara, kepentingan ekonomi, dan fasilitas diplomatik merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional dan prinsip non-intervensi,” bunyi pernyataan tersebut, sebagaimana dikutip dari berbagai sumber internasional termasuk Reuters, Arab News, dan The Jerusalem Post.

Langkah tegas Riyadh ini diyakini banyak pengamat sebagai sinyal kuat bahwa kesepakatan normalisasi hubungan Saudi-Iran yang difasilitasi China pada Maret 2023 kini berada di ujung tanduk.

Perjanjian Beijing tersebut sempat menjadi harapan meredanya konflik proksi di kawasan Teluk setelah tujuh tahun hubungan diplomatik terputus.

Namun, eskalasi terbaru—termasuk serangan Houthi yang diduga didukung Iran terhadap jalur pelayaran Saudi dan negara-negara Teluk—telah mengikis kepercayaan Riyadh.

Beberapa analis regional bahkan menyebut kesepakatan tersebut “efektif mati” dan memprediksi Saudi akan kembali memperkuat posisi bersama Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) serta memperdalam koordinasi keamanan dengan sekutu Barat.

Sementara itu, media resmi Iran cenderung meremehkan dampak pengusiran tersebut dan menegaskan hubungan diplomatik tetap berjalan.

Namun, di kalangan negara-negara Teluk, langkah Saudi ini disambut sebagai respons yang tepat terhadap agresi yang dianggap melanggar komitmen non-intervensi.

Baca Juga: Mengenal Reza Arap, Awal Karier di Dunia Digital hingga Sukses dengan Marapthon

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Teheran terkait pengusiran tersebut.

Situasi di kawasan Teluk diprediksi akan semakin tegang dalam beberapa hari ke depan, terutama jika eskalasi militer terus berlanjut.

Pemantauan ketat terhadap perkembangan ini terus dilakukan, karena potensi dampaknya tidak hanya pada hubungan bilateral Saudi-Iran, tetapi juga stabilitas energi global dan dinamika geopolitik Timur Tengah secara keseluruhan. (iwa) 

Sumber: The Jerusalem Post, Reuters, Arab News, Times of Israel, Al Jazeera, dan pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Arab Saudi.

 

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#timur tengah #atase militer as #mengusir #semakin #arab saudi #memanas #ketegangan