Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Iran Balas Ultimatum Trump dengan Sindiran Tajam: "Hey Trump, YOU'RE FIRED!"

Iwa Ikhwanudin • Senin, 23 Maret 2026 | 11:16 WIB

Juru bicara militer Iran Brigjen Ebrahim Zolfaghari.
Juru bicara militer Iran Brigjen Ebrahim Zolfaghari.

TEHERAN, 23 Maret 2026 – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran semakin memanas setelah Presiden Donald Trump memberikan ultimatum 48 jam kepada Teheran untuk membuka kembali Selat Hormuz secara penuh. Tak lama berselang, juru bicara militer Iran Brigjen Ebrahim Zolfaghari membalas dengan pesan sindiran langsung dalam bahasa Inggris yang langsung viral di media sosial.

Dalam video resmi dari Markas Besar Khatam al-Anbiya (pusat komando gabungan Angkatan Bersenjata Iran), Zolfaghari menyampaikan pesan singkat namun menusuk:

“Hey Trump, YOU'RE FIRED! You’re familiar with this sentence. Thank you for your attention to this matter.”

Kalimat tersebut sengaja mengambil frasa ikonik Trump dari acara reality TV The Apprentice, di mana Trump sering mengucapkan "You're fired!" untuk memecat peserta. Pesan ini ditutup dengan nada formal: "The Central Headquarters of Khatam al-Anbiya."Video tersebut diunggah oleh aktivis dan jurnalis Amerika Jackson Hinkle melalui akun X-nya (@jacksonhinklle) pada 22 Maret 2026 malam waktu AS, dan langsung meledak. Hingga Senin pagi ini, postingan tersebut telah ditonton lebih dari 2 juta kali, mendapat puluhan ribu like, ribuan repost, dan memicu banjir meme serta komentar lucu dari netizen global.

Banyak warganet menyebut respons Iran ini sebagai "propaganda jenius" yang berhasil membalikkan tekanan psikologis dari Washington. Beberapa komentar populer di X termasuk:

"Iran baru saja menghancurkan 50 tahun propaganda Barat dalam 10 detik."

"Trump pasti sedang marah besar sekarang "

"Iran pantas jadi superpower global setelah ini!"

Latar Belakang Ketegangan

Ultimatum Trump disampaikan melalui platform Truth Social pada Sabtu malam (21 Maret 2026 waktu AS), di mana ia mengancam akan "menghancurkan" berbagai pembangkit listrik Iran jika Selat Hormuz tidak dibuka sepenuhnya tanpa ancaman dalam waktu 48 jam. Ancaman ini muncul di tengah eskalasi konflik yang melibatkan serangan rudal dan drone di kawasan Timur Tengah, termasuk pertukaran tembakan antara Iran, Israel, dan pasukan AS.Iran sendiri telah menegaskan bahwa pihaknya siap membalas jika infrastruktur energinya diserang, dengan menyebut fasilitas energi AS dan Israel sebagai target sah. Selat Hormuz, yang menjadi jalur vital sekitar 20-30% perdagangan minyak dunia, menjadi titik krusial dalam krisis ini.

Reaksi Dunia dan Dampak Potensial

Sindiran Zolfaghari ini tidak hanya menjadi bahan hiburan di media sosial, tapi juga menunjukkan strategi komunikasi Iran yang semakin canggih dalam perang informasi. Banyak analis melihatnya sebagai upaya Teheran untuk melemahkan citra "tegas" Trump di mata publik internasional.Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Gedung Putih terkait video tersebut. Namun, deadline 48 jam Trump dikabarkan akan berakhir pada Senin malam waktu AS (Selasa dini hari WIB), sehingga dunia menanti langkah selanjutnya dari kedua belah pihak.

Konflik ini berpotensi memicu lonjakan harga minyak dunia dan mengganggu stabilitas ekonomi global, termasuk dampaknya bagi Indonesia sebagai negara importir minyak. (iwa) 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#AS Iran bersitegang #Teheran #as iran #Iran AS Israel #ancaman #ketegangan #iran