Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Saudi Aramco Pangkas Pasokan Minyak Mentah ke Asia untuk April 2026, Harga Brent Berpotensi Sentuh Rp1,5 Juta per Barel

Iwa Ikhwanudin • Senin, 23 Maret 2026 | 18:15 WIB

(AI IMAGE Generator)
(AI IMAGE Generator)

RIYADH, 23 Maret 2026 – Saudi Aramco, eksportir minyak terbesar di dunia, resmi memangkas alokasi pasokan minyak mentah ke pembeli Asia untuk bulan April 2026.

Ini menjadi pemangkasan bulan kedua berturut-turut akibat gangguan perdagangan di Selat Hormuz yang dipicu eskalasi konflik AS-Israel-Iran.

Menurut sumber terpercaya yang dikutip Reuters, Aramco hanya akan memasok grade Arab Light dari pelabuhan Yanbu di Laut Merah kepada pelanggan tetap di Asia.

Pasokan dari terminal Teluk seperti Ras Tanura terhambat karena ketegangan di Selat Hormuz, jalur vital yang mengalirkan sekitar 20-30% perdagangan minyak dunia.

Akibatnya, volume yang diterima kilang-kilang Asia lebih rendah dari permintaan, membatasi produksi bahan bakar seperti bensin dan solar.

Asia sebagai pasar terbesar minyak Saudi (mencakup lebih dari 40% kebutuhan impor) kini menghadapi tekanan biaya impor yang lebih tinggi.

Harga minyak acuan Brent crude sudah melonjak tajam, mencapai sekitar US$112 per barel pada 22 Maret 2026 (sekitar Rp1,8 juta per barel dengan kurs saat ini), naik lebih dari 56% dalam sebulan terakhir.

Analis memproyeksikan Brent berpotensi menembus US$90–100 bahkan hingga US$150 per barel jika gangguan berlanjut, memicu inflasi global dan kenaikan harga BBM serta barang kebutuhan pokok di Indonesia dan negara Asia lainnya.

Gangguan ini berawal dari konflik yang melibatkan AS dan Israel dengan Iran, termasuk laporan Iran berencana membebankan biaya hingga US$2 juta per kapal tanker untuk melintas Selat Hormuz.

Saudi Aramco pun mengalihkan ekspor via jalur pipa East-West ke Yanbu untuk menghindari risiko, meski kapasitas terbatas menyebabkan pemangkasan volume.

Situasi ini menambah tekanan pada ekonomi Asia yang bergantung pada impor energi.

Indonesia sebagai importir netto minyak diperkirakan akan merasakan dampak langsung melalui kenaikan harga BBM nonsubsidi dan biaya logistik.

Pantau terus perkembangan geopolitik Timur Tengah dan harga komoditas global, karena setiap perubahan di Selat Hormuz berpotensi mengguncang pasar energi dunia. (iwa) 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#saudi aramco #perang teluk #pasokan minyak #arab saudi