Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Kapal Pertama Flotilla Nuestra América Tiba di Havana Bawa 14 Ton Bantuan untuk Cuba yang Dilanda Krisis Energi akibat Sanksi Trump

Iwa Ikhwanudin • Rabu, 25 Maret 2026 | 14:02 WIB

Kapal bernama Maguro, yang juga disebut Granma 2.0 oleh kru, berlayar selama lima hari dari pelabuhan Progreso, Yucatán, Meksiko.
Kapal bernama Maguro, yang juga disebut Granma 2.0 oleh kru, berlayar selama lima hari dari pelabuhan Progreso, Yucatán, Meksiko.

HAVANA, 25 Maret 2026 – Kapal pertama dari Flotilla Nuestra América (Convoy Nuestra América) tiba di Pelabuhan Havana, Kuba, pada Selasa (24 Maret 2026) dengan membawa 14 ton makanan dan obat-obatan serta 73 panel surya berkapasitas tinggi.

Kedatangan ini menjadi simbol solidaritas internasional terhadap rakyat Kuba yang tengah menghadapi krisis energi parah dan pemadaman listrik massal akibat tekanan sanksi Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump.

Kapal bernama Maguro, yang juga disebut Granma 2.0 oleh kru, berlayar selama lima hari dari pelabuhan Progreso, Yucatán, Meksiko.

Selain bantuan utama, kapal ini juga mengangkut 10 sepeda dan barang kebutuhan pokok lainnya.

Ratusan aktivis dari berbagai negara menyambutnya dengan sorak-sorai, mengibarkan bendera Kuba dan Palestina, serta menyanyikan lagu-lagu perjuangan di pelabuhan.

“Trump pikir dia bisa melakukan apa saja, tapi rakyat lebih kuat,” ujar salah satu aktivis dalam laporan langsung dari Havana yang dikutip BreakThrough News.

Pernyataan ini mencerminkan semangat perlawanan terhadap kebijakan Washington yang disebut sebagai “blokade energi” atau oil blockade.

Konvoi Solidaritas dari 33 Negara

Flotilla Nuestra América merupakan bagian dari Convoy Nuestra América yang melibatkan lebih dari 650 delegasi dari 33 negara dan 120 organisasi.

Konvoi ini mencakup pengiriman bantuan melalui udara, darat, dan laut, terinspirasi dari upaya solidaritas serupa ke Gaza.

Delegasi tiba di Havana sejak akhir pekan lalu, disambut Presiden Miguel Díaz-Canel.

Bantuan total konvoi diperkirakan mencapai puluhan ton, termasuk panel surya untuk mengatasi kekurangan listrik, obat-obatan untuk rumah sakit, serta makanan pokok seperti beras, kacang, dan susu bubuk.

Baca Juga: Pemudik Lebaran 2026 Tersesat Massal Ikuti Google Maps, Nyasar ke Jalan Sawah dan Kampung Sleman hingga Macet Total

Organisator seperti Progressive International dan The People’s Forum menegaskan, aksi ini bertujuan “mencegah Gaza lain di Amerika” dan menentang hukuman kolektif terhadap rakyat Kuba.

Aktivis terkemuka seperti Thiago Ávila (Brasil), Olivia DiNuccio (AS), serta tokoh seperti Jeremy Corbyn turut mendukung inisiatif ini.

Konvoi juga mendapat dukungan dari partai-partai kiri di Meksiko (Morena), Brasil (Workers’ Party), dan Uruguay (Broad Front).

Krisis Energi Kuba Semakin Parah

Kuba saat ini mengalami pemadaman listrik bergilir yang parah sejak Januari 2026, akibat kekurangan bahan bakar minyak (BBM) dan kerusakan infrastruktur listrik.

Kebijakan Trump yang memperketat sanksi, termasuk ancaman tarif terhadap negara yang menyuplai minyak ke Kuba, disebut memperburuk situasi.

Trump bahkan menyatakan “saya bisa melakukan apa saja yang saya inginkan” terkait Kuba.

Menurut data PBB dan pemerintah Kuba, embargo AS selama puluhan tahun menyebabkan kerugian ekonomi mencapai miliaran dolar per tahun,

Salah satu laporan menyebut lebih dari $5 miliar dalam periode tertentu.

Sanksi ini menghambat perdagangan, impor bahan bakar, dan akses obat-obatan, meski Kuba tetap menegaskan bahwa sistem politiknya tidak bisa dinegosiasikan.

Solidaritas Global vs Tekanan AS

Meski AS disebut menekan hingga 46 kapal tanker melalui kehadiran angkatan laut di Karibia, konvoi Nuestra América berhasil tiba tanpa hambatan.

Dua kapal lain dari flotilla masih dalam perjalanan.

Aksi ini mendapat sambutan hangat warga Kuba yang mengalami kesulitan sehari-hari akibat krisis.

“Kuba tidak sendirian,” menjadi slogan utama yang digaungkan para peserta. (iwa)

(Sumber: BreakThrough News, Associated Press, Al Jazeera, serta situs resmi Nuestra América Convoy)

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#kuba #Krisis energi #havana #donald trump #pemadaman aliran listrik #sanksi