TEHERAN – Dalam eskalasi konflik Timur Tengah yang semakin memanas, Iran kembali membuat kejutan. Pasukan Pertahanan Udara Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) mengklaim berhasil menembak jatuh beberapa rudal jelajah canggih milik Amerika Serikat (AS), termasuk AGM-158 Joint Air-to-Surface Standoff Missile (JASSM) yang dikenal sebagai rudal "stealth" atau siluman.
Klaim ini disampaikan IRGC melalui media resmi pada 24-25 Maret 2026, menyusul serangkaian serangan udara AS di bawah Operation Epic Fury yang melibatkan bomber B-52H membawa rudal JASSM. Foto puing-puing rudal yang dirilis media Iran menunjukkan bagian hidung rudal relatif utuh, yang disebut-sebut sebagai bukti rudal tersebut berhasil dicegat sebelum mencapai target.
Menurut pernyataan IRGC yang dikutip Press TV dan Defence Security Asia, sistem pertahanan udara terintegrasi Iran menghancurkan dua rudal AGM-158 di sekitar Tehran, serta satu rudal lagi di Provinsi Markazi, Iran tengah. Rudal JASSM buatan Lockheed Martin ini dirancang untuk meluncur dari jarak jauh dengan kemampuan menghindar radar, biasanya diluncurkan dari bomber strategis B-52 untuk serangan presisi tanpa memasuki wilayah berbahaya.
"Ini membuktikan bahwa pertahanan udara terintegrasi nasional Iran mampu mengatasi ancaman rudal jelajah siluman AS," ujar juru bicara IRGC, seperti dilansir IRNA.
Klaim ini menyusul insiden sebelumnya di mana Iran juga melaporkan kerusakan pada pesawat tempur siluman F-35 AS. Jika benar, peristiwa ini bisa menjadi pukulan telak bagi citra alutsista Amerika yang selama ini dipromosikan sebagai "tak terkalahkan".
Reaksi Internasional dan Dampak Ekonomi Militer
Di media sosial X (Twitter), utas dari akun @PecintaSejarah2 yang viral dengan lebih dari 400 ribu tayangan menyebut aksi Iran sebagai "kesalahan fatal" bagi branding militer AS. Banyak netizen Indonesia dan internasional merespons dengan sindiran bahwa "senjata AS hanya hebat di film Hollywood", sementara teknologi pertahanan Iran yang murah tapi efektif justru membuktikan keunggulan dalam perang asimetris.
Beberapa komentar menyoroti peluang besar bagi Rusia, Prancis, dan produsen alutsista lain untuk merebut pasar ekspor senjata global. "Pesawat dan rudal US bakal ngga laku lagi," tulis salah satu pengguna.
Sementara itu, Pentagon dan Komando Pusat AS (CENTCOM) belum memberikan konfirmasi resmi atas klaim penembakan jatuh rudal JASSM ini. AS mengklaim Operation Epic Fury telah menghancurkan ribuan target militer Iran, termasuk fasilitas rudal dan angkatan laut, serta mempertahankan superioritas udara.
Apa Itu Rudal AGM-158 JASSM?
Spesifikasi: Rudal jelajah jarak jauh (hingga 370 km untuk varian standar, lebih jauh untuk JASSM-ER), berpandu GPS dan inertial, dengan desain stealth untuk mengurangi deteksi radar.
Harga: Sekitar US$1,7 juta per unit.
Penggunaan: Diluncurkan dari B-52, B-1B, atau F-15/F-16 untuk serangan standoff (dari kejauhan).
Kejadian ini terjadi di tengah perang yang dimulai akhir Februari 2026, di mana AS dan Israel melancarkan serangan awal yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, memicu respons balasan Iran berupa rudal balistik dan drone.
Bagi Indonesia yang netral dalam konflik ini, peristiwa tersebut menjadi pelajaran penting tentang evolusi perang modern: teknologi mahal tidak selalu menjamin kemenangan melawan pertahanan terintegrasi yang cerdas. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin