Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Serangan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) di Maybrat: 2 Prajurit TNI Gugur, Senjata Langka Korsel dan Pindad Diamankan

Iwa Ikhwanudin • Kamis, 26 Maret 2026 | 13:50 WIB

Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB)
Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB)

PAPUA BARAT DAYA – Kelompok separatis bersenjata Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) kembali melakukan aksi teror di Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya. Dalam serangan mendadak yang terjadi pada Kamis (26/3/2026), dua prajurit TNI dilaporkan tewas dan senjata api genggam jenis Pindad “PC 816 V1” serta senapan mesin ringan buatan Korea Selatan, Daewoo K3, berhasil dirampas kelompok tersebut.

Insiden ini pertama kali diungkap oleh akun analis konflik War Noir di platform X (sebelumnya Twitter) yang memantau perkembangan persenjataan di zona konflik. Menurut unggahan tersebut, serangan dilakukan oleh TPNPB yang mengakibatkan jatuhnya korban dari personel TNI AD yang tengah bertugas di wilayah rawan tersebut.

Rampasan Senjata Langka dan Buatan Dalam Negeri

Yang menjadi sorotan dalam insiden ini adalah dua pucuk senjata yang berhasil dikuasai kelompok separatis. Selain senapan serbu standar buatan PT Pindad (Persero) yakni PC 816 V1, kelompok TPNPB juga mengamankan satu unit senapan mesin ringan Daewoo K3 buatan Korea Selatan.

Senjata buatan Korea Selatan ini tergolong langka di wilayah operasi Papua. Daewoo K3 adalah senapan mesin ringan kaliber 5,56 mm yang dikenal dengan keandalan dan desainnya yang ringkas. Keberadaan senjata tersebut di tangan kelompok separatis menimbulkan pertanyaan baru terkait aliran persenjataan ilegal yang masuk ke wilayah konflik.

Sementara itu, Pindad PC 816 V1 merupakan varian awal dari senapan serbu produksi dalam negeri yang banyak digunakan oleh TNI dan Polri. Hilangnya senjata buatan sendiri ini menjadi pukulan tersendiri, mengingat upaya pemerintah untuk memandirikan industri pertahanan nasional.

Kronologi dan Lokasi Kejadian

Peristiwa berdarah itu terjadi di wilayah Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya. Daerah ini dikenal sebagai salah satu kantong kekuatan TPNPB yang kerap menjadi lokasi bentrok antara aparat keamanan dengan kelompok separatis.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak Kepolisian Daerah Papua Barat Daya dan Komando Daerah Militer (Kodam) XVIII/Kasuari belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait detail insiden. Namun, berdasarkan pantauan di media sosial, unggahan War Noir yang mengutip sumber-sumber di lapangan telah mendapat lebih dari 14 ribu tayangan dan ratusan interaksi warganet.

Peningkatan Intensitas Serangan Jelang Musim Politik

Pengamat intelijen dan keamanan menilai, aksi TPNPB di Maybrat ini menunjukkan peningkatan intensitas serangan kelompok separatis menjelang berbagai agenda politik nasional. Metode serangan mendadak (ambush) menjadi modus operandi yang sering digunakan untuk melumpuhkan personel aparat sekaligus mengamankan logistik senjata.

“Penguasaan senjata laras panjang seperti Daewoo K3 yang langka menunjukkan adanya peningkatan kemampuan tempur TPNPB. Ini alarm bagi aparat untuk segera melakukan pelacakan, apakah senjata tersebut hasil rampasan sebelumnya atau masuk melalui jalur penyelundupan,” ujar salah satu analis keamanan yang meminta namanya tidak disebutkan.

Duka Mendalam dan Tuntutan Aparat

Insiden ini menambah daftar panjang pertempuran di Bumi Cenderawasih yang telah menewaskan puluhan aparat keamanan dan warga sipil. Masyarakat Papua Barat Daya pun kembali dihadapkan pada situasi keamanan yang tidak menentu pasca-insiden.

Pemerintah pusat melalui Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polhukam) diharapkan segera mengevaluasi ulang pendekatan penanganan konflik di Papua, tidak hanya dari sisi operasional militer tetapi juga pendekatan kesejahteraan masyarakat.

Sampai berita ini diturunkan, proses evakuasi jenazah kedua prajurit TNI dan pelacakan kelompok TPNPB yang membawa kabur senjata rampasan masih terus dilakukan oleh tim gabungan TNI-Polri. (iwa) 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Kelompok Separatis Bersenjata #TPNPB #papua barat daya #kelompok separatis #aksi teror