Tokyo, Jepang – Ribuan warga Jepang turun ke jalan di distrik Shinjuku, Tokyo, pada Sabtu 28 Maret 2026, menggelar aksi damai mendukung Palestina.
Mereka meneriakkan slogan "Boycott Apartheid Israel" sambil mengibarkan bendera Palestina dan membawa spanduk bilingual, menuntut penghentian agresi dan boikot terhadap Israel.
Video aksi yang viral ini dibagikan jurnalis Thoton Akimoto (@AkimotoThn), video journalist asal Tokyo yang fokus meliput isu Palestina.
Dalam video berdurasi sekitar 14 detik yang diunggah di platform X, terlihat massa berbaris rapi melewati kawasan padat penduduk Shinjuku.
Suasana damai namun penuh semangat, dengan teriakan lantang menolak "apartheid Israel" bergema di antara gedung-gedung tinggi dan lalu lintas Tokyo yang sibuk.
Aksi ini dikreditkan kepada @CSS_Hakujuji dan menjadi sorotan internasional karena jarangnya demonstrasi besar-besaran di Jepang yang secara terbuka menentang kebijakan Barat terkait Timur Tengah.
Baca Juga: Klitih Mencekam di Dusun Banteran Ngaglik Sleman, Korban Luka di Kaki Usai Disabet Gesper dan Helm
Aksi di Shinjuku ini bagian dari gelombang protes pro-Palestina yang semakin kuat di Jepang.
Beberapa hari sebelumnya, sekitar 24.000 orang berkumpul di depan gedung Diet (parlemen Jepang) untuk mengecam agresi AS-Israel terhadap Iran serta menolak revisi konstitusi yang dianggap membuka jalan bagi militerisme.
Demonstran menuntut pemerintah Jepang menjaga prinsip pasifis Article 9 Konstitusi dan menghentikan dukungan tidak langsung terhadap konflik di Gaza.
Thoton Akimoto, yang dikenal sebagai aktivis dan pendukung partai Reiwa Shinsengumi, sering mendokumentasikan aksi-aksi solidaritas Palestina di Tokyo.
Video terbarunya mendapat lebih dari 14.000 likes dan ratusan ribu views hanya dalam waktu singkat, dengan komentar positif dari berbagai negara yang mengapresiasi keberanian warga Jepang menyuarakan "Free Palestine".
Jepang selama ini dikenal sebagai negara yang hati-hati dalam isu luar negeri, terutama yang melibatkan sekutu utamanya seperti Amerika Serikat.
Namun, aksi-aksi belakangan ini menunjukkan pergeseran sentimen publik.
Banyak warga Jepang yang khawatir dengan eskalasi konflik di Timur Tengah dan dampaknya terhadap perdamaian global.
Slogan "Boycott Apartheid Israel" mencerminkan tuntutan boikot produk dan hubungan dengan Israel yang dianggap melakukan pelanggaran hak asasi manusia di Palestina.
Aksi serupa juga sering muncul di kawasan lain Tokyo seperti Shibuya dan di depan Kedutaan Besar Israel atau AS.
Video aksi Shinjuku langsung mendapat dukungan luas dari komunitas internasional.
Banyak netizen dari Malaysia, Indonesia, Eropa, dan Timur Tengah menyatakan terima kasih kepada rakyat Jepang yang "berani bersuara untuk kemanusiaan".
Beberapa komentar menyebut aksi ini sebagai "harapan baru" karena Jepang jarang terlihat vokal dalam isu anti-perang sejak era pasca-Perang Dunia II.
Di Indonesia sendiri, isu Palestina selalu mendapat perhatian tinggi.
Aksi di Tokyo ini diharapkan semakin menguatkan solidaritas global menuntut gencatan senjata permanen di Gaza dan kemerdekaan Palestina. (iwa)
(Sumber: Video Thoton Akimoto di X, 28 Maret 2026, dan laporan aksi terkait di Tokyo)
Editor : Iwa Ikhwanudin