Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Ribuan Demonstran 'No Kings, No Trump' Banjiri Kota-Kota Besar AS, Robert De Niro Kecam Trump sebagai Ancaman Eksistensial

Iwa Ikhwanudin • Minggu, 29 Maret 2026 | 15:44 WIB
"Kita sudah cukup! No Kings, No Trump. Cukup dengan perang yang tidak perlu yang merampok sumber daya kita dan mengorbankan nyawa prajurit kita," tegas De Niro, yang disambut sorak-sorai massa. (x.com)
"Kita sudah cukup! No Kings, No Trump. Cukup dengan perang yang tidak perlu yang merampok sumber daya kita dan mengorbankan nyawa prajurit kita," tegas De Niro, yang disambut sorak-sorai massa. (x.com)

Washington – Gelombang demonstrasi besar-besaran berlabel "No Kings" kembali mengguncang Amerika Serikat pada Sabtu (28 Maret 2026).

Ribuan hingga jutaan warga turun ke jalan di lebih dari 3.000 lokasi di seluruh 50 negara bagian, menentang kebijakan Presiden Donald Trump yang dianggap otoriter, termasuk perang di Iran dan penegakan imigrasi ketat.

Demonstrasi yang disebut sebagai aksi ketiga kalinya ini menjadi sorotan dunia, termasuk dibagikan oleh Kedutaan Besar Iran di Jepang melalui akun X (Twitter) resmi mereka.

Video yang diunggah menampilkan kerumunan massa di New York, Chicago, dan Washington DC, lengkap dengan orasi keras dari aktor legendaris Hollywood, Robert De Niro.

Baca Juga: Demo Pro-Palestina di Shinjuku, Tokyo, Jepang, Massa Teriak "Boycott Apartheid Israel" di Tengah Hiruk Pikuk Kota

Dalam pidatonya di New York, Robert De Niro tak ragu menyerang Trump.

Ia menyebut presiden AS tersebut sebagai "ancaman eksistensial" terhadap kebebasan dan keamanan Amerika.

De Niro menegaskan bahwa Trump tak bisa melakukan berbagai kebijakan kontroversial tanpa dukungan Kongres dan "preman" di pemerintahannya.

"Kita sudah cukup! No Kings, No Trump. Cukup dengan perang yang tidak perlu yang merampok sumber daya kita dan mengorbankan nyawa prajurit kita," tegas De Niro, yang disambut sorak-sorai massa.

Aksi ini juga melibatkan selebriti lain seperti Bruce Springsteen di Minnesota, serta tokoh progresif seperti Rev. Al Sharpton dan Jaksa Agung New York Letitia James.

Para demonstran meneriakkan "No Kings" sambil membawa spanduk anti-perang, anti-ICE (penegak imigrasi), dan menolak gaya kepemimpinan Trump yang dianggap seperti raja absolut. 

Baca Juga: Klitih Mencekam di Dusun Banteran Ngaglik Sleman, Korban Luka di Kaki Usai Disabet Gesper dan Helm

Menurut penyelenggara dari koalisi kelompok progresif seperti Indivisible, demonstrasi "No Kings" kali ini difokuskan pada penolakan terhadap perang di Iran, operasi deportasi massal, serta berbagai kebijakan Trump yang dinilai merugikan rakyat biasa.

Ribuan acara digelar dari pantai timur hingga barat AS, termasuk di kota-kota besar seperti New York City (Times Square dan Midtown Manhattan), Chicago (Grant Park), Washington DC (dekat Lincoln Memorial), serta St. Paul, Minnesota.

Video yang dibagikan Kedutaan Iran di Jepang menunjukkan suasana demonstrasi yang meriah namun tegas: massa berbaris panjang, meneriakkan yel-yel, dan mengecam kolusi elit Washington yang mendukung "perang tidak perlu".

Baca Juga: Veda Ega Pratama Siap Gaspol di Moto3 GP USA 2026: Target Front Row dan Lanjutkan Momentum Podium Brasil

Protes ini terjadi di tengah ketegangan global, di mana AS terlibat konflik dengan Iran.

Banyak demonstran melihat aksi ini sebagai bentuk perlawanan terhadap apa yang mereka sebut sebagai "pemerintahan otoriter" Trump di periode keduanya.

Meski Trump dilaporkan sedang bermain golf di Florida saat aksi berlangsung, demonstrasi ini mendapat perhatian luas di media internasional.

Beberapa analis menyebut "No Kings Day" berpotensi menjadi salah satu hari protes terbesar dalam sejarah AS modern, dengan estimasi ratusan ribu hingga jutaan peserta.

Di sisi lain, pendukung Trump menilai aksi ini sebagai ekspresi frustrasi kelompok oposisi yang kalah dalam pemilu.

Polisi di beberapa kota melaporkan insiden kecil, termasuk adu mulut antara demonstran dan pendukung Trump.

Pen organizers menyebut aksi ini bisa berlanjut ke "May Day General Strike" pada 1 Mei mendatang.

Gerakan ini menunjukkan polarisasi politik AS yang semakin dalam pasca-kembalinya Trump ke Gedung Putih. (iwa) 

(Sumber: Video dan laporan dari Kedutaan Iran di Jepang via X, CNN, Reuters, The New York Times, serta media internasional lainnya) 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#No Kings Protest #Robert De Niro #Protes AS yang sering dicari #Protes Anti-Trump di AS #Robert De Niro vs Donald Trump #trump