Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Trump Desak Iran Diboikot dari Piala Dunia 2026 karena Alasan Keamanan, FIFA Disindir Netizen: "Pernah Sanksi Indonesia, Kok Sekarang Diam?"

Iwa Ikhwanudin • Senin, 30 Maret 2026 | 06:06 WIB
(AI IMAGE Generator)
(AI IMAGE Generator)

Yogyakarta – Kontroversi besar mengguncang persiapan Piala Dunia FIFA 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. 

Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara terbuka menyatakan bahwa kehadiran Timnas Iran di turnamen tersebut “tidak tepat” karena alasan keselamatan, memicu spekulasi boikot dan sindiran tajam terhadap FIFA.

Dalam unggahan di platform Truth Social miliknya pada Kamis (12 Maret 2026), Trump menulis: “The Iran National Soccer Team is welcome to The World Cup, but I really don’t believe it is appropriate that they be there, for their own life and safety.” 

Pernyataan ini muncul meski sebelumnya FIFA President Gianni Infantino mengklaim telah mendapat jaminan dari Trump bahwa Iran “dipersilakan” berkompetisi. 

Iran sendiri telah menyatakan sikap tegas. 

Menteri Olahraga Iran Ahmad Donyamali menyebut tidak ada kemungkinan Timnas Iran tampil di Amerika Serikat menyusul ketegangan geopolitik dan serangan yang menewaskan pemimpin tertinggi mereka. 

Baca Juga: Veda Ega Pratama Gagal Finis di Moto3 MotoGP USA 2026 Circuit of the Americas (COTA), Austin, Texas, Terjatuh Saat Pimpin Grup Depan

Timnas Iran pun membalas di media sosial resmi, menegaskan bahwa Piala Dunia adalah ajang internasional di bawah FIFA, bukan milik satu negara, dan “tidak ada satu pun yang bisa mengecualikan kami”.

Pernyataan Trump ini langsung memicu gelombang reaksi di media sosial, terutama dari warganet Indonesia. 

Banyak yang menyindir FIFA karena dianggap menerapkan standar ganda.

“Trump desak Iran boikot Piala Dunia karena safety, FIFA diam saja. Tapi dulu Indonesia kena sanksi berat hanya karena tolak Israel di U-20 World Cup 2023. Kok sekarang beda?” tulis salah satu netizen yang viral.

Ingatan publik Indonesia masih segar dengan kasus pencabutan hak tuan rumah Piala Dunia U-20 2023 oleh FIFA. 

Saat itu, Indonesia dicoret sebagai tuan rumah dan dikenai sanksi finansial serta pembekuan dana FIFA Forward karena tekanan politik terkait penolakan terhadap Israel akibat isu Palestina. 

Baca Juga: Jarang Banget, Su-27SKM TNI AU yang Hanya 3 Unit di Dunia Ini Keluar Hangar, Ciri Khasnya Bikin Langka

Banyak yang menilai FIFA cepat bertindak saat melibatkan kepentingan politik tertentu, tapi kini “tunduk” pada pernyataan Trump sebagai pemimpin negara tuan rumah. 

Sejumlah pengamat sepak bola Indonesia menilai, kasus ini menjadi pelajaran berharga tentang konsistensi FIFA dalam menjaga prinsip “sepak bola untuk semua” tanpa campur tangan politik.

Jika Iran benar-benar mundur, FIFA berpotensi mengenakan denda minimal 250.000 franc Swiss (sekitar Rp5,4 miliar) kepada federasi sepak bola Iran. 

Namun, isu keamanan dan ketegangan geopolitik di Timur Tengah membuat keputusan Iran semakin masuk akal.

Sementara itu, FIFA hingga kini belum memberikan respons resmi atas pernyataan Trump. 

Baca Juga: Belanda Larang Ponsel di Sekolah, Hasilnya Prestasi Siswa Meningkat, Pelajaran untuk Pendidikan di Indonesia?

Gianni Infantino hanya menekankan bahwa turnamen akan berjalan sesuai jadwal, meski kontroversi ini berpotensi mengganggu citra Piala Dunia 2026 sebagai ajang persatuan.

Kontroversi Trump vs Iran ini semakin menambah daftar tantangan Piala Dunia 2026, mulai dari isu visa, harga tiket mahal, hingga dampak ekonomi akibat konflik regional. (iwa) 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Trump Iran Piala Dunia 2026 #boikot Iran World Cup #FIFA sindir Indonesia #sanksi FIFA Indonesia #kontroversi Trump FIFA #Piala Dunia 2026 Amerika Serikat #jerman