Arab Saudi – Ketegangan di Timur Tengah semakin memanas.
Iran melancarkan serangan rudal dan drone ke Pangkalan Udara Prince Sultan di Arab Saudi pada Jumat (27 Maret 2026).
Serangan ini merusak pesawat pengawas udara canggih milik Amerika Serikat (AS) jenis E-3 Sentry AWACS serta beberapa pesawat pengisian bahan bakar, dengan sedikitnya 12 tentara AS terluka, dua di antaranya dalam kondisi serius.
Menurut klaim yang disampaikan broadcaster negara Iran, IRIB, serangan tersebut berhasil merusak satu unit E-3 Sentry AWACS beserta multiple pesawat tanker (refuelling aircraft).
Gambar yang beredar menunjukkan puing-puing dan personel di lokasi kejadian.
Pesawat E-3 Sentry dikenal sebagai “mata di langit” Angkatan Udara AS karena kemampuannya mendeteksi ancaman dari jarak jauh dan mengkoordinasikan operasi udara.
Nilai satu unit pesawat ini mencapai sekitar 300 juta dolar AS.
Baca Juga: Iran Beri Sinyal Positif, Dua Kapal Tanker Pertamina Siap Lintasi Selat Hormuz dengan Aman
Laporan dari media internasional seperti Air & Space Forces Magazine, Bloomberg, dan The Wall Street Journal mengonfirmasi kerusakan signifikan pada pesawat AWACS tersebut.
Beberapa sumber bahkan menyebut ekor pesawat terputus akibat hantaman rudal, sehingga membuatnya tidak bisa terbang lagi.
Selain itu, beberapa pesawat KC-135 Stratotanker juga mengalami kerusakan.
Serangan ini terjadi di tengah eskalasi konflik Iran-AS yang telah berlangsung sekitar satu bulan.
Pangkalan Prince Sultan, yang terletak di dekat Riyadh, menjadi basis penting bagi pasukan AS di kawasan Teluk Persia.
Serangan rudal balistik dan drone Iran ini disebut sebagai salah satu pukulan paling serius terhadap aset militer AS sejak perang dimulai.
Sementara itu, reaksi di media sosial beragam.
Beberapa akun mendukung Iran dengan tagar #NoKings, sementara yang lain mempertanyakan kemampuan pertahanan udara AS di pangkalan tersebut.
Sebagian netizen bahkan berspekulasi adanya unsur sabotase internal.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi lengkap dari pihak Pentagon atau pemerintah Arab Saudi mengenai jumlah korban dan tingkat kerusakan secara detail.
Namun, para pejabat AS yang dikutip media internasional mengonfirmasi bahwa lebih dari 10 tentara terluka, dengan dua orang dalam kondisi kritis. (iwa)
(Sumber: IRIB News, Air & Space Forces Magazine, Bloomberg, The Wall Street Journal, dan laporan media internasional lainnya)
Editor : Iwa Ikhwanudin