Jakarta – Sebuah video viral di media sosial X (Twitter) memicu perdebatan publik setelah menampilkan Presiden Prabowo Subianto menyaksikan tayangan warga Desa Wini, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang sedang makan makanan sederhana di layar besar, sementara beliau menghadiri jamuan makan malam mewah bersama para undangan.
Video berdurasi sekitar 28 detik tersebut menunjukkan suasana elegan ruang jamuan dengan meja panjang berhiaskan taplak putih, peralatan makan lengkap, gelas kristal, bunga mawar, chandelier kristal mewah, serta tamu yang mengenakan batik resmi.
Di latar belakang, layar proyeksi besar menampilkan label "Wini Village, NTT" dengan adegan warga desa di jalan berlumpur, rumah sederhana, hingga seorang lansia makan dari piring biasa.
Akun @Stakof yang membagikan video tersebut menuliskan caption:
“Our president, leader of the Republic of Indonesia, watches the poor eat their meal. He does the watching from a lavish setting, his own plate stacked with expensive food. Poverty as an evening's entertainment."
Video ini langsung menjadi sorotan dan menuai berbagai reaksi di kalangan netizen.
Banyak yang menyebut adegan tersebut “dystopian” dan kurang sensitif terhadap kondisi kemiskinan di daerah terpencil Indonesia, khususnya NTT yang kerap menjadi perhatian publik terkait isu gizi dan kesejahteraan.
Beberapa komentar netizen:
“Poverty as an evening’s entertainment.”
“Miris, nonton orang susah sambil menikmati hidangan mewah.”
Ada pula yang membela dengan konteks program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sedang digencarkan Prabowo untuk mengatasi masalah gizi di daerah.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari Istana Kepresidenan mengenai lokasi jamuan makan malam dan konteks pemutaran video Desa Wini tersebut.
Desa Wini sendiri terletak di Kabupaten Timor Tengah Utara, NTT, berbatasan langsung dengan Timor Leste.
Wilayah ini sering menjadi sorotan dalam program pembangunan perbatasan dan ketahanan pangan nasional.
Kritik ini muncul di tengah komitmen pemerintah Prabowo yang gencar mendorong Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai investasi sumber daya manusia dan pemberdayaan ekonomi desa.
Bagaimana tanggapan Anda? Bagikan pendapat di kolom komentar.
Artikel ini disusun berdasarkan video viral dan respons publik di platform X.
Editor : Iwa Ikhwanudin