JAKARTA - Seorang juru bicara partai pendukung pemerintah kembali menjadi sorotan setelah bersikeras memperbaiki tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) meski program tersebut menuai kritik tajam.
Kritik muncul lantaran pelaksanaan MBG yang dinilai terburu-buru tanpa perencanaan matang berujung pada penahanan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana beserta rekan-rekannya.
Sebuah video perdebatan di salah satu stasiun televisi nasional kembali viral di media sosial.
Dalam rekaman tersebut, seorang juru bicara partai berjuluk "si kumis" terlihat emosional saat membela Program MBG.
Ia menolak usulan penghentian program andalan pemerintah tersebut dan tetap menekankan perlunya perbaikan tata kelola (governance).
"Si kumis" yang disebut sebagai utusan partai pendukung pemerintah ini mengulang narasi yang sama dalam berbagai kesempatan:
program MBG harus diteruskan dengan perbaikan manajemen, bukan dihentikan.
Namun, kritik publik semakin kencang.
Banyak netizen menilai pembelaan tersebut kontradiktif dengan realita di lapangan.
Program MBG yang digulirkan secara masif dinilai kurang matang, sehingga berujung pada dugaan korupsi yang menyeret pejabat tinggi BGN.
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana beserta dua wakilnya, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung, telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan Kejaksaan Agung (Kejagung).
Mereka diduga terlibat dalam penyimpangan tata kelola program MBG tahun 2025-2026, termasuk mark-up pengadaan barang dan dapur program.
Baca Juga: Harga BBM Non-subsidi Naik, Pertamax Jadi Rp16.250 per Liter
Penahanan ini terjadi setelah Presiden Prabowo Subianto mencopot Dadan dari jabatannya.
Kasus ini memperkuat kritik bahwa pelaksanaan MBG dilakukan tanpa perencanaan yang baik, sehingga rawan disalahgunakan.
Sejumlah kalangan menilai program yang awalnya digadang-gadang untuk mendukung generasi emas justru menjadi "pesta bancakan" anggaran.
Akun media sosial @creeping5ilence dalam utas X (Twitter) menuliskan,
Baca Juga: Pertama di Indonesia, Susu Formula Terbuat dari Susu Segar dengan Sumber yang Dapat Ditelusuri
“Apa yang sekarang terjadi merupakan hasil coba-coba tanpa perencanaan yang akhirnya membuahkan dipenjaranya si Dadan CS.”
Video si kumis yang ngotot membela program menuai berbagai reaksi.
Banyak warganet menyebut pembelaan tersebut sebagai upaya “tebal muka” di tengah fakta hukum yang terus bergulir.
Beberapa komentar bahkan menyinggung bahwa program MBG sejak awal kurang mendapat dukungan publik luas, namun tetap dipaksakan.
Di sisi lain, pemerintah sebelumnya menegaskan komitmen memberantas korupsi di lingkaran program unggulan.
Baca Juga: LG Luncurkan TV Premium 2026, Kini Bisa Diperintah Pakai Bahasa Indonesia dan Logat Lokal
Penindakan terhadap Dadan Cs disebut sebagai bukti keseriusan, meski kritik tetap datang soal sistem yang dianggap rentan.
Di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya, pelaksanaan MBG juga menjadi perhatian masyarakat.
Banyak pihak berharap kasus korupsi di pusat tidak terulang di daerah.
Pemerintah daerah diminta lebih transparan dalam pengelolaan anggaran program serupa agar manfaat benar-benar sampai ke masyarakat, terutama anak-anak dan kelompok rentan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak juru bicara yang bersangkutan belum memberikan respons tambahan di luar pernyataan di acara televisi.
Editor : Iwa Ikhwanudin