Angkat Filosofi Tiga Mata, Pameran Kolaboratif "Trinetra" Digelar Gratis di Museum Dr. Yap

Magang Radar Malioboro • Dipublikasikan Rabu, 14 Oktober 2026 | 20:33 WIB
Angkat Filosofi Tiga Mata, Pameran Kolaboratif "Trinetra" Digelar Gratis di Museum Dr. Yap Prawirohusodo
Angkat Filosofi Tiga Mata, Pameran Kolaboratif "Trinetra" Digelar Gratis di Museum Dr. Yap Prawirohusodo

 

 

YOGYAKARTA - Menyambut peringatan Hari Museum Indonesia, Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta bersama Forum Komunikasi Museum Kota Yogyakarta (FKMK) resmi membuka pameran kolaboratif yang bertajuk "Trinetra: Lensa Mata, Mata Hati, Mata Angin". Pameran ini diselenggarakan di Museum Dr. Yap Prawirohusodo mulai 13-17 Oktober 2026 gratis dan terbuka secara umum.

 

Kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi lintas museum yang melibatkan Museum Youth Intership Program (MYIP) yang diikuti oleh mahasiswa dan dibimbing langsung oleh ketiga tenaga ahli berpengalaman dalam bidang kemuseuman, publik, hingga tata letak artistik pameran.

 

Pemilihan tema Trinetra ini diambil dari filosofi mitologi Hindu yang melambangkan tiga mata. Nasrul sebagai perwakilan mahasiswa magang menjelaskan makna dibalik pemilihan tema tersebut.

 Baca Juga: 2 Grup K-Pop di Bawah Naungan Lee Soo Man, A2O LITE dan A2O SOUL Berhasil Ikuti Debut

"Dua mata mempresentasikan bentuk fisik mata manusia untuk melihat realitas. Sedangkan satu mata adalah mata batin yang digunakan untuk menyingkap kebodohan dari masa lalu, masa kini, dan masa depan." ujar Nasrul pada Selasa (13/10) saat di lokasi pameran.

 

Lebih lanjut konsep tiga mata ini merefleksikan sinergi dari tiga museum utama dibawah naungan MYIP yaitu Museum Dr. Yap Prawirohusodo, Museum Bahari, dan Museum Dewantara Kirti Griya.Tidak hanya itu pameran ini turut menggandeng koleksi dari sejumlah lain di Kota Yogyakarta untuk memperkaya narasi searah yang akan disajikan kepada masyarakat antara lain Museum Sandi, Museum Biologi UGM serta Museum Sandi Kotagede Intro Living.

 

Pameran ini bukan sekedar ajang memamerkan benda peninggalan masa lalu, melainkan sebuah gerakan untuk mengaktifkan kembali peran museum di tengah masyarakat. Melalui MYIP, para generasi muda didorong untuk mengasah kepedulian dan kreativitasnya dalam mengemas sejarah agar relevan dan menarik bagi para masyarakat khususnya generasi muda.

 Baca Juga: Tak Disangka! Perempuan Pemilah Sampah di China Dilirik Jadi Model Profesional

"Tujuannya adalah mengenalkan museum itu ke masyarakat karena dari museum inilah awal dari pengetahuan. Harapannya masyarakat dapat antusias meramaikan kegiatan ini dan masyarakat lebih bangga dengan hadirnya museum. Selain itu semoga program ini terus berlanjut hingga anak muda lebih terasah gairahnya untuk melestarikan kebudayaan museum." pungkasnya.

 

Pameran ini menjadi momentum para masyarakat dalam melestarikan kebudayaan dan sejarah yang ada di Kota Yogyakarta.

 (Franzeska Aurellea Paskaningtyas)

Editor : Heru Pratomo
hari museum trinetra museum dr. yap ugm kota yogyakarta