JOGJA - Di akhir pertandingan lanjutan Liga 2 antara PSIM Jogja melawan Malut United, Sabtu (25/11), di sisi timur tribun penonton tetiba muncul spanduk. Yang tertulis 'Cah-Cah Reti Hasile', juga 'Bathi Piro Cik'. Spanduk yang mengindikasikan ada dugaan jual beli pertandingan.
Sebelum pertandingan PSIM melawan Malut, di media sosial PSIM Jogja memang ramai diperbincangkan terkait dugaan match fixing tersebut. Terkait hal itu langsung direspon manajemen PSIM Jogja Direktur Utama PSIM Jogja Yuliana Tasno meminta jika ada bukti terkait dugaan tersebut bisa segera dibuka.
“Kami dari manajemen sangat terbuka apabila memang benar ada bukti valid atas isu tersebut. Kami siap bersama-sama kedua wadah suporter dan pemangku kebijakan sepakbola Yogyakarta membawa permasalahan ini ke ranah hukum demi untuk menjaga nama besar PSIM Jogja," tegasnya seperti dirilis dari website PSIM Jogja Senin (27/11).
"Atas nama PSIM Jogja, saya menegaskan bahwa PSIM Jogja menjujung tinggi integritas dan asas fairplay."
Diakuinya, isu itu membuat situasi belakangan menjadi tidak kondusif. Liana menambahkan ke depannya PSIM Jogja siap bekerja sama dengan seluruh pihak apabila ke depannya ada tuduhan ini.
Dia menegaskan, PSIM Jogja saat ini tengah mempersiapkan tim untuk menghadapi lanjutan Pegadaian Liga 2 2023/2024.
“Saat ini fokus kami adalah membawa PSIM Jogja lolos ke Liga 1, harapannya seluruh keluarga besar PSIM Jogja dapat terus bersinergi untuk mendukung hal ini,” tutur Yuliana.
Editor : Heru Pratomo