Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Finis Kedua Tapi Dianulir, Orang Tua Minta Keadilan

Rizky Wahyu Arya Hutama • Kamis, 30 November 2023 | 04:24 WIB
KEDUA: Rekaman video perenang menuju finis yang viral di media sosial. (Tangkapan Layar X @merapi_undercover)
KEDUA: Rekaman video perenang menuju finis yang viral di media sosial. (Tangkapan Layar X @merapi_undercover)

 

SLEMAN - Viral di media sosial (medsos) soal kejadian bocah seumuran sekolah dasar yang memakai kaos merah sedang menangis dipelukan ibunya.

Diduga, dalam posting-an tersebut, anak itu menangis lantaran gagal meraih juara di ajang lomba renang. Di mana, disebutkan ajang itu Pekan Olahraga Pelajar Kabupaten (Popkab) Sleman.

Dalam postingan itu tertulis, seorang ibu yang menyatakan untuk belajar ikhlas. Walaupun, menurutnya, hasil dari lomba tersebut tidak sesuai dengan kenyataan.

"Belajar untuk ikhlas, walaupun hasil tidak sesuai dengan kenyataan saat lomba," tulisnya di media sosial (29/11).

Dalam tulisan tersebut juga menjelaskan, kronologi kejadian tersebut bermula dari seorang anak yang bernama Egi (Ghiyats) mengikuti lomba renang di ajang Popkab Sleman.

Pada saat perlombaan, kabarnya, Egi berhasil menjadi yang tercepat nomor dua di nomor 100 meter gaya bebas. Namun, saat pengumuman, Egi tidak mendapat medali apa-apa.

"Banyak orang menyaksikan dan mendokumentasikan perlombaan tersebut. Di foto terakhir, anak kami Egi (finis) nomor 2. Namun, tiba-tiba pas pengumuman hasil lomba, Egi tidak mendapatkan medali apa-apa," lanjutnya.

Ibu dari Egi, katanya, juga sempat mengajukan protes dengan mengajukan hasil rekaman video. Namun, panitia tidak mau menerima masukan dan tetap pada keputusannya.

Setelah mendapatkan hasil tersebut, Egi dan Ibunya langsung pulang dengan  perasaan yang hancur.

"Kami pulang dengan hati yang sangat hancur. Terlebih, anak kami yang sudah berjuang berlatih selama satu bulan. Yah, walaupun kami masih bisa bersyukur, masih mendapatkan medali perunggu dikelas 50 meter gaya bebas. Semoga kami bisa bangkit lagi," terangnya.

Ibu dari Egi itu juga berharap kepada Pengda Aquatik Sleman bisa menginstropeksi. Selain itu, bisa menberikan masukan serta kritikan ketika ada keluhan di setiap pertandingan. Sebab, menurutnya, hal tersebut demi pengembangan atlet-atlet olahraga aquatik.

"Jangan menutup diri dengan hal-hal yang bersifat masukan. Terutama untuk pengembangan atlet-atlet olah raga aquatik By vtt bunda Egi & ghifa," bebernya.

Menanggapi hal tersebut, Koordinator Pelaksana Popkab Sleman, yang juga menjabat sebagai Kepala Dispora Sleman, Agung Armawanta, menjelaskan popkab adalah ajang lomba kontingen per kecamatan.

Karena kecamatan maka koutanya terbatas. Maka, panitia mengizinkan peserta untuk mendaftar secara mandiri.

"Anak itu sudah bisa daftar. Kan ajang ini memang untuk penjaringan atlet. Tapi, sekali lagi, ini yang berhak mengirim kontingen kecamatan," ujarnya saat dihubungi Radar Jogja

Baca Juga: Para pedagang mulai meninggalkan pusat kuliner di area parkir Terminal Dhaksinarga Wonosari karena Sepi Pembeli

Agung juga menjelaskan, waktu technical meeting (TM) ada aturan main ketika pertandingan selesai lalu diumumkan penenangnya.

Selain itu, diberikan kesempatan kepada ketua kontingen atau ofisial untuk melakukan aduan jika dianggap ada yang tidak pas.

"Tapi, itu bukan buat orang di luar ofisial atau ketua kontingen," tegasnya.

Terkait kasus tersebut, Agung mengaku, Kamis (30/11) akan dilakukan konfirmasi antara panitia dengan orang yang bersangkutan.

"Kami akan undang panitia dan yang mengadu tersebut buat dikonfirmasi," ucapnya.

Agung berharap, dari kasus tersebut supaya panitia bisa mengevaluasi terkait pelaksanaan kegiatan. Sehingga bisa meminimalisasi hal-hal yang tidak diinginkan.

"Ya, harapannya untuk perbaikan sistem di kami. Kemudia aturan mainnya supaya bisa ditaati oleh semua pihak sejak awal," tandasnya. (ayu)

Editor : Amin Surachmad
#popkab #gagal meraih juara #sleman #renang