Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Kemenangan Barca Atas Sevilla 2-1 Menjadi Hadiah Perpisahan Dari Xavi

Meitika Candra Lantiva • Selasa, 28 Mei 2024 | 00:13 WIB
Xavi saat memberikan intruksi.
Xavi saat memberikan intruksi.

 

 

 

 

 

 

 

RADAR MALIOBORO - Setelah mengumumkan mundur dari kursi kepelatihan Barca pada Januari lalu, Xavi mengurungkan niatnya dan mengambil keputusan untuk bertahan. 

Tetapi setelah Xavi mengatakan masalah keuangan yang dialami Klub, secara mengejutkan ia dipecat dari kursi kepelatihannya.
 
Dilansir dari SuperSport, Xavi Hernandez mengakhiri masa jabatannya sebagai pelatih Barcelona dengan kemenangan 2-1 atas Sevilla pada hari Minggu untuk menutup musim La Liga, sebelum memperingatkan penggantinya bahwa pekerjaannya “tidak akan mudah”. 
 
Baca Juga: 12 Tipe Kepribadian Pengguna Media Sosial - Kamu Termasuk yang Mana?
 
Tim Catalan mengakhiri musim ini tanpa trofi tapi setidaknya berhasil menang di pertandingan terakhir Xavi setelah presiden Joan Laporta memecatnya pada hari Jumat. 
 
Beberapa minggu sebelumnya, Barcelona mengumumkan bahwa Xavi akan bertahan musim depan setelah sang pelatih mengumumkan keputusannya pada bulan Januari bahwa ia memutuskan untuk mundur musim panas ini. 
 
Menjadi pelatih Barca pada November 2021, Xavi memimpin Barcelona meraih gelar Liga Spanyol musim lalu, namun tahun ini timnya tertinggal 10 poin dari juara dan rival beratnya Real Madrid. 
 
Baca Juga: Boy Group Enhypen Gelar Konser di Jakarta Pada Bulan Agustus Mendatang, Yuk Intip Harga Tiketnya
 
Pelatih Jerman Hansi Flick diperkirakan akan ditunjuk menggantikan Xavi minggu depan. 
 
Xavi memperingatkan bahwa melatih Barca memerlukan banyak perjuangan.
 
Xavi mengatakan bahwa Klub sedang dalam situasi yang sulit, karena Barca merupakan klub yang sulit (dalam melatih) dan sedang mengalami situasi keuangan yang buruk, menurutnya itu tidak akan mudah sama sekali (melatih Barca).
 
Xavi menambahkan bahwa pekerjaan yang ia dan staff lakukan belum cukup di hargai karena situasi buruk yang dihadapi.
 
Baca Juga: Peredaran Ternak dari Wilayah Endemik Antraks Tidak Ditutup, DP3 Sleman Minta Masyarakat Hati-hati Dalam Membeli Hewan Ternak
 
Ia mengatakan Tim berhasil naik ke urutan kedua dari posisi kesembilan dan berhasil memenangkan 2 gelar, tetapi tahun ini ia mengakui tidak memenuhi standar karena kalah dalam empat pertandingan penting.
 
Barcelona telah kalah dalam dua pertandingan dari Real Madrid di La Liga dan melawan tetangganya yang berada di peringkat ketiga Girona, serta kalah dari Villarreal. 
 
Mereka mengakhiri musim dengan catatan positif dengan kemenangan di Stadion Ramon Sánchez-Pizjuan di Sevilla. 
 
Robert Lewandowski membuat Barcelona unggul tetapi Youssef En-Nesyri menyamakan kedudukan untuk Sevilla, yang juga akan ditinggal oleh pelatih Quique Sanchez Flores di akhir musim. 
 
Baca Juga: Prediksi Al Nassr vs Al Ittihad Saudi Pro League Selasa 28 Mei 2024 Kick Off Pukul 01.00, H2H dan Susunan Pemain, Siapa Pemenangnya?
 
Salah satu keberhasilan Xavi dalam perannya adalah memberikan kesempatan kepada para pemain muda, terutama Lamine Yamal dan Pau Cubarsi, serta gelandang Fermin Lopez. 
 
Pemain berusia 21 tahun itu membawa Barcelona unggul di babak kedua melalui tembakan mendatar dari luar kotak penalti. 
 
López berlari ke arah Xavi untuk memeluk dirinya saat dia berselebrasi setelah mencetak gol.
 
Kiper Barcelona, Marc-Andre Ter Stegen mengataka bahwa Xavi telah memberikan banyak hal kepada tim, Xavi bekerja setiap hari supaya Tim bisa meraih kesuksesan
 
Baca Juga: Resep Soto Mie Khas Bogor Kuah Bening, Cita Rasa Gurih dengan Sensasi Segar, Nikmat Disantap Saat Hujan
 
Ter Stegen menambahkan bahwa Tim berterima kasih atas Waktu yang Xavi berikan.
 
Tim mendoakan yang terbaik untuknya dan Ter Stegen mengakui Xavi telah menjadi teman selama bertahun-tahun dan tidak mudah untuk melihatnya pergi dari Barca.
 
Beberapa pendukung Sevilla memprotes dewan klub sebelum pertandingan, mengenakan pakaian hitam dan memasuki stadion dengan terlambat 10 menit, pasca musim yang mengecewakan di mana Sevilla hanya finish di urutan ke-14. (Hans Christian Widjaya)
Editor : Meitika Candra Lantiva
#barcelona #Klub #kemenangan #barca #Xavi #keuangan #liga spanyol #real madrid