RADAR MALIOBORO - Pertandingan sengit antara Persik dengan Arema FC menjadi babak baru sepakbola Malang Raya pasca tragedi nahas di Kanjuruhan dua tahun silam.
Kejadian membekas itu menelan 135 jiwa meninggal dunia serta mengharuskan Arema FC partai kandang di luar Malang selama dua musim.
Divaldo Alves bersama tim pemain Persik Kediri bertekad ingin memutus rantai kekalahan selama tiga belas tahun pertandingan ini secara profesional.
Meskipun hampir dua belas tahun terakhir pula Persik menjadi musuh bebuyutan bagi Arema FC dan Armenia, Divaldo menyatakan bahwa anak didiknya akan datang ke Malang dengan profesionalisme juga energi yang positif.
Tak hanya itu, ia juga mengungkapkan bahwa seluruh pemain tim Persik memegang tanggung jawab moral terhadap Persikmania juga warga Kediri.
Divalldo pun sempat menyoroti Persikmania yang rela kehujanan untuk hadir ke tempat latihan tim sehingga mendapat dukungan penuh dari mereka. Hal-hal demikianlah yang membuat dirinya selaku pelatih ingin menjaga kepercayaan para suporter-nya.
"Kami datang dengan humble atau rendah hati. Tapi bukan berarti kami tak mau menang. Persik mengalami episode buruk musim ini. Maaf, tanpa mengurangi rasa hormat, kami ingin perbaiki rekor itu dari Malang," ujar Divaldo dilansir dari bola.com (11/05).
(Umi Jari Widayah)
Editor : Iwa Ikhwanudin