RADAR MALIOBORO - Kasus doping kembali mengguncang dunia sepak bola setelah bintang Chelsea dan Timnas Ukraina, Mykhailo Mudryk, resmi didakwa oleh Federasi Sepak Bola Inggris (FA) akibat hasil tes yang menunjukkan adanya zat terlarang dalam tubuhnya.
Tes tersebut dilakukan di luar pertandingan pada akhir 2024, dan hasilnya mengindikasikan keberadaan meldonium, substansi yang sejak 2016 dilarang oleh Badan Anti-Doping Dunia (WADA).
Jika terbukti bersalah, Mudryk terancam larangan bermain hingga empat tahun.
Meski proses hukum masih berjalan, kasus ini menjadi pengingat keras bahwa penggunaan zat terlarang, baik sengaja maupun tidak, membawa konsekuensi serius.
Kasus Mudryk hanyalah satu dari sekian banyak yang pernah terjadi di kalangan pesepak bola profesional.
Dalam sejarah sepak bola modern, sejumlah pemain ternama pernah mengalami nasib serupa, dengan berbagai latar belakang—dari ketidaksengajaan, pengobatan tanpa izin, hingga konsumsi zat terlarang demi keuntungan kompetitif.
Berikut adalah deretan nama besar yang pernah tersandung kasus doping:
• Diego Maradona
Legenda Argentina ini dinyatakan positif efedrin saat Piala Dunia 1994 dan langsung dikeluarkan dari turnamen. Ia mengaku hanya menggunakan obat flu, tetapi tetap dianggap melanggar regulasi doping.
• Adrian Mutu
Pada 2004, pemain asal Rumania ini positif kokain saat membela Chelsea. Ia dipecat, dijatuhi larangan bermain selama 7 bulan, dan harus membayar kompensasi besar kepada klub.
Baca Juga: Tim Mahasiswa UMBY Kampanyekan Literasi Sejak Dini di TK Kemala Bhayangkari 04 Yogyakarta
• Pep Guardiola
Saat masih bermain untuk Brescia di Italia tahun 2001, Guardiola sempat dinyatakan positif nandrolone. Namun ia kemudian menang di pengadilan dan dibebaskan dari semua tuduhan.
• Samir Nasri
Pada 2018, Nasri dijatuhi larangan bermain 18 bulan karena menerima terapi IV secara ilegal saat berlibur di Los Angeles.
• Andre Onana
Kiper asal Kamerun ini dilarang bermain selama 12 bulan pada 2021 karena mengonsumsi obat milik istrinya yang mengandung zat terlarang, meski ia mengklaim tidak sengaja.
Setiap kasus doping menjadi peringatan keras bahwa edukasi medis dan kedisiplinan sangat penting dalam karier profesional.
Baik karena kelalaian atau niat, dampaknya bisa menghancurkan reputasi bahkan mengakhiri perjalanan seorang atlet di puncak kariernya.
(Muhammad Taufik)
Editor : Iwa Ikhwanudin