RADAR MALIOBORO – Persija Jakarta tampaknya harus mengubur harapannya untuk mendatangkan gelandang timnas Thom Haye di bursa transfer Liga 1 musim 2025-2026.
Alih-alih mendapatkan gelandang Almere City itu, rumor kencang di kalangan Jakmania justru menyebutkan bahwa dua pemain diaspora lain, berposisi bek dan penyerang, semakin mendekat ke kubu Macan Kemayoran.
Ketua Umum Jakmania, Dicky Soemarno, membeberkan informasi dari internal Persija.
"Saya sih berharap keduanya bisa bergabung," ujar Dicky dalam sebuah podcast di kanal YouTube Bung Binder.
Ia tidak mengetahui pasti alasan batalnya Thom Haye bergabung, padahal sang gelandang sebelumnya digadang-gadang akan menjadi motor lini tengah Persija.
Indikasi kuat mengarah pada Jordi Amat sebagai pemain belakang yang dibidik.
Bek naturalisasi ini berstatus bebas transfer setelah tidak diperpanjang kontraknya oleh klub Malaysia, Johor Darul Takzim.
Performa Jordi di Tim Nasional, baik di era Shin Tae-Yong maupun Patrick Kluivert, memang kurang maksimal dengan menit bermain yang minim, sering kalah bersaing dengan bek naturalisasi lain seperti Justin Hubner, Jay Idzes, Kevin Dicks, Calvin Verdonk, dan Rizky Ridho.
Sementara itu, untuk posisi penyerang, nama Rafael Struick santer disebut.
Sama seperti Jordi Amat, Struick kini juga berstatus bebas transfer setelah kontraknya habis dengan klub Australia, Brisbane Roar.
Peluang Struick bergabung dengan Persija terbilang besar, mengingat Brisbane Roar berada di bawah kepemilikan manajemen yang sama dengan Persija.
Dicky Soemarno menambahkan bahwa negosiasi dengan kedua pemain tersebut masih berlangsung intens.
"Masih dalam pembicaraan intens, saya belum berani bilang oke sebelum keduanya tandatangan kontrak, tapi besar kemungkinan gabung," ungkap Ketua Umum Jakmania itu, seraya berharap kedua pemain diaspora ini tidak "ditikung" oleh klub lain.
Pada musim kompetisi Liga 1 2024-2025 lalu, Persija Jakarta hanya mampu finis di peringkat ketujuh dengan 51 poin, meleset dari target manajemen yang menginginkan Andritany dan rekan-rekan minimal finis di empat besar.
Mereka berada di bawah Persib Bandung, Dewa United, Malut United, Persebaya Surabaya, Borneo FC, dan PSM Makassar.