RADAR MALIOBORO - Chelsea berhasil mencetak sejarah.
Dia menjuarai FIFA Club World Cup 2025, mengalahkan Paris Saint-Germain 3-0 di final yang digelar di MetLife Stadium, New Jersey, Amerika Serikat.
Kemenangan itu menjadi puncak prestasi bagi skuad asuhan Enzo Maresca, dengan Cole Palmer mencetak dua gol dan João Pedro menambahkan satu gol lagi.
Namun, perhatian publik tidak hanya tertuju pada dominasi Chelsea di atas lapangan.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang hadir sebagai tamu kehormatan, mencuri perhatian setelah dirinya tidak segera meninggalkan podium usai menyerahkan trofi.
Alih-alih turun dan memberi ruang bagi tim untuk merayakan, Trump justru tetap berdiri di tengah-tengah para pemain saat kapten Reece James hendak mengangkat trofi, menyebabkan kebingungan di antara para pemain dan staf Chelsea.
Momen Canggung di Tengah Euforia
Beberapa pemain tampak ragu-ragu untuk memulai selebrasi karena keberadaan Trump di tengah mereka.
Kiper Chelsea, Robert Sánchez, bahkan terlihat membisikkan sesuatu kepada Trump, kemungkinan besar untuk menyarankan agar beliau mundur dari posisi tersebut.
Namun, Trump tetap bertahan di podium, tersenyum ke arah kamera, dan terlihat menikmati momen itu seolah menjadi bagian dari tim.
Gianni Infantino, Presiden FIFA, akhirnya turun tangan dan memberi isyarat agar Trump meninggalkan area selebrasi, setelah melihat situasi yang mulai janggal.
Setelah Trump turun, para pemain Chelsea pun langsung melakukan selebrasi dengan lebih lepas, mengangkat trofi, menari, dan menyemprotkan champagne seperti biasanya.
Cuplikan video momen ini pun cepat menyebar di media sosial dan menuai berbagai reaksi, dari yang menyebutnya lucu hingga yang menilainya tidak pantas.
Momen ini juga menjadi simbol kehadiran politik dalam dunia olahraga, apalagi mengingat bahwa final ini berlangsung tepat setahun setelah Trump selamat dari upaya pembunuhan pada Juli 2024 lalu di Pennsylvania.
Dalam pidato singkat sebelum laga dimulai, Trump menyebut kehadirannya sebagai bentuk dukungan terhadap olahraga global dan penghormatan terhadap semangat kompetisi internasional.
Meski sebagian penonton memberikan tepuk tangan, tidak sedikit pula yang memberikan sorakan negatif saat namanya disebutkan dan ketika ia tampil di layar stadion.
Namun, Trump tetap tenang, tersenyum, dan bahkan melambaikan tangan kepada suporter.
Insiden ini menjadi salah satu momen tak terduga dalam sejarah Club World Cup dan menegaskan kembali bagaimana dunia olahraga internasional kerap bersinggungan langsung dengan dinamika politik dan figur-figur populis di panggung global. (Muhammad Taufik)
Editor : Meitika Candra Lantiva