Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Imbas dari Tolak Visa Atlet Israel, Indonesia Terancam Tak Bisa Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Internasional

Iwa Ikhwanudin • Kamis, 23 Oktober 2025 | 22:04 WIB

Gambar logo International Olympic Committee. (X/@iocmedia)
Gambar logo International Olympic Committee. (X/@iocmedia)


RADAR MALIOBORO – Komite Olimpiade Internasional (IOC) menghentikan seluruh dialog dengan Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) terkait penyelenggaraan event Olimpiade di masa mendatang, setelah pemerintah Indonesia menolak memberikan visa bagi atlet Israel yang akan bertanding dalam Kejuaraan Dunia Senam Artistik ke-53 di Jakarta.

Keputusan itu diumumkan Dewan Eksekutif IOC dalam pertemuan pada September lalu dan ditegaskan kembali lewat pernyataan resmi yang dirilis pada Rabu (22/10/2025).

Baca Juga: Healing Bernuansa Alam: Rekomendasi Wisata Kaliurang, Yogyakarta yang Wajib Dikunjungi!

IOC menyebut tindakan penolakan visa tersebut melanggar prinsip dasar Olimpiade tentang non-diskriminasi dan netralitas politik.

“Semua atlet, tim, dan pejabat olahraga yang memenuhi syarat harus dapat berpartisipasi dalam kompetisi internasional tanpa bentuk diskriminasi apa pun oleh negara tuan rumah,” demikian bagian dari pernyataan IOC yang dikutip dari unggahan akun X resmi.

Baca Juga: Pesona Dalang Muda Tampan! Ki Herjuno Pramariza Buktikan Wayang Tetap Keren di Tengah Gempuran Gadget

IOC menyebut pihaknya prihatin terhadap pembatasan akses atlet ke negara penyelenggara dan penundaan kompetensi karena alasan politik.

Dalam pernyataan sebelumnya, IOC menegaskan, “Aksi semacam ini menghalangi atlet untuk berkompetisi secara damai dan mencegah Gerakan Olimpiade untuk menunjukkan kekuatan olahraga.”

Baca Juga: Mengenal Lebih Dekat Sosok Sang Maestro Wayang Ki Anom Suroto

Menindaklanjuti kasus tersebut, Dewan Eksekutif IOC memutuskan empat langkah utama:

Menghentikan semua bentuk dialog dengan NOC Indonesia terkait penyelenggaraan Olimpiade, Youth Olympic Games, serta konferensi Olimpiade, hingga pemerintah Indonesia memberikan jaminan bahwa semua peserta akan diberi akses penuh tanpa memandang kewarganegaraan.

Baca Juga: Ayam Pop, Salah Satu Hidangan Makanan Yang Populer dan Banyak Digemari Masyarakat Indonesia

Merekomendasikan seluruh federasi olahraga internasional untuk tidak mengadakan kompetensi atau pertemuan di Indonesia sampai jaminan serupa diberikan.

Memasukkan klausul akses tanpa diskriminasi dalam seluruh perjanjian penyelenggaraan kualifikasi Olimpiade oleh federasi internasional di masa depan.

Baca Juga: Nama Hamish Daud Kembali Disorot Usai Isu Perceraian dengan Raisa, Ini Profil Lengkapnya

Meminta NOC Indonesia dan Federasi Senam Internasional (FIG) untuk datang ke markas IOC di Lausanne, Swiss, guna membahas insiden penolakan visa menjelang kejuaraan dunia senam di Jakarta.

Langkah tegas IOC ini secara efektif menangguhkan peluang Indonesia untuk menjadi tuan rumah Olimpiade atau ajang besar lainnya hingga pemerintah memberikan jaminan akses bagi seluruh peserta.

Baca Juga: BGN Keluarkan Aturan Baru, SPPG Harus Masak MBG dengan Air Galon Demi Keamanan Pangan

Keputusan tersebut diambil menyusul tindakan pemerintah Indonesia yang menolak permohonan visa dari atlet Israel menjelang Kejuaraan Dunia Senam Artistik ke-53 yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada 19–25 Oktober 2025. Federasi Senam Internasional (FIG) menyatakan kekecewaannya atas keputusan tersebut, sementara delegasi Israel memastikan tidak akan ikut serta dalam turnamen itu.

Menurut laporan Reuters, pemerintah Indonesia menolak penerbitan visa karena alasan politik, terkait sikap Indonesia yang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel dan penentangan terhadap operasi militer negara itu di Gaza.

Baca Juga: Makan Hemat Ala Resto: Resep Seafood Tumpah Saus Padang Ala Rumahan

Menanggapi keputusan IOC, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menyatakan bahwa pemerintah Indonesia memiliki dasar yang kuat dalam kebijakan tersebut. Menurutnya, keputusan penolakan visa bagi delegasi Israel dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Erick mengakui bahwa keputusan ini membawa konsekuensi terhadap posisi Indonesia di mata IOC, termasuk potensi tidak bisa menjadi tuan rumah kejuaraan dunia, Olimpiade, atau Youth Olympic Games dalam waktu dekat. Namun ia menegaskan, pemerintah tetap berkomitmen membangun ekosistem olahraga nasional yang berkelanjutan.

Baca Juga: Innalillahi! Dunia Wayang Berduka: Ki Anom Suroto, Dalang Fenomenal yang Mendunia, Tutup Usia 77 Tahun

IOC menegaskan bahwa insiden di Indonesia merupakan pelanggaran terhadap prinsip dasar Olimpiade dan dapat menjadi contoh “berbahaya” bagi dunia olahraga internasional.

“IOC mengingatkan seluruh pemangku kepentingan Gerakan Olimpiade akan pentingnya akses bebas dan tanpa hambatan ke negara tuan rumah bagi semua peserta untuk menghadiri kompetisi internasional tanpa pembatasan,” tulis pernyataan tersebut.

(Maulina)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#dialog #olimpiade #Ditolak #israel #ioc #menghentikan