RADAR MALIOBORO – Nama Alwi Farhan kembali menjadi sorotan publik setalah sukses merah gelar juara tunggal putra ajang Macau Open 2025. Dalam laga final yang digelar di Macao East Asian Games Dome, Alwi tampil dominan dan mengalahkan wakil Malaysia, Justin Hoh, dengan skor telak 21-15, 21-5. Kemenangan ini menjadi gelar perdana Alwi di level BWF World Tour dan menegaskan potensinya sebagai rising star bulu tangkis Indonesia.
Alwi Farhan Alhasny lahir pada 12 Mei 2005 di Surakarta, Jawa Tengah. Ia mulai dikenal publik setelah menjuarai Kejuaraan Dunia Junior 2023 di Amerika Serikat, menjadi tunggal putra Indonesia pertama yang meraih gelar tersebut. Sebelumnya, ia juga menjadi bagian dari tim beregu putra Indonesia yang merah medali emas di SEA Games 2023. Prestasi demi prestasi membuat namanya semakin diperhitungkan di kancah Internasional.
Menariknya, Alwi sempat menggeluti dunia sepak bola saat kecil dan bahkan menjadi kapten tim di ajang Pekan Olahraga Daerah tingkat SD. Namun, pengaruh sang kakak yang lebih dulu menekuni bulu tangkis membuatnya beralih ke olahraga raket. Keputusan itu terbukti tepat, karena Alwi kini menjadi salah satu atlet muda yang paling menjanjikan di sektor tunggal putra.
Selain Macau Open, Alwi juga pernah menjuarai Indonesia Masters 2024 di level Super 100. Gaya bermainnya yang agresif dan tenang di lapangan membuatnya kerap merepotkan lawan-lawan senior. Ia dikenal memiliki footwork yang rapi, pukulan tajam, dan mental bertanding yang matang meski usianya masih muda.
Di balik prestasinya, Alwi tetap rendah hati dan fokus pada pengembangan diri. Ia kerap menyampaikan rasa syukur atas dukungan keluarga dan pelatih yang membentuknya sejak dini. Ayahnya, Muhammad Anis, bahkan menyimpan koleksi piala dan medali sang anak sebagai bentuk dukungan penuh terhadap karier Alwi.
Dengan pencapaian yang terus meningkat dan semangat juang yang tinggi, Alwi Farhan diyakini akan menjadi salah satu tulang punggung tim bulu tangkis Indonesia di masa depan. Pretasinya di Macau Open hanyalah awal dari perjalanan panjang menuju panggung dunia.
(Hanifah Okta)
Editor : Iwa Ikhwanudin