SLEMAN — Prestasi membanggakan diraih tim sepaktakraw Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) XVII/2025 di Jakarta.
Keberhasilan membawa pulang medali perunggu langsung mendapat apresiasi dari Pengurus Daerah Persatuan Sepaktakraw Seluruh Indonesia (Pengda PSTI) DIY.
Pengda PSTI DIY memberikan bonus kepada para atlet sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras mereka. Penyerahan dilakukan di Rumah Makan Bebek Rakyat, Jalan Sidomoyo, Godean, Jumat (14/11/2025).
Ketua Pengda PSTI DIY Syukron Arif Muttaqin memimpin langsung penyerahan bonus tersebut. Turut hadir tim pelatih Dwi Parwanto, Agus Saryanto, serta pengurus harian seperti Mulyanto (Ketua Harian), Suryadi (Sekretaris Umum), dan Joko Triongko (Bendahara Umum).
“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh atlet dan para pelatih. Mereka sudah berjuang luar biasa hingga mampu membawa pulang prestasi ini,” ujar Syukron.
Tim Popnas DIY yang diperkuat Zahratus Syita, Devina Nugraini, Arxena Nafa Gresilda, dan Hayu Ratri Hanasita, berhasil meraih medali perunggu pada nomor quadrant putri. Pertandingan sendiri berlangsung di GOR Cempaka Putih pada 1–10 November 2025.
Syukron menegaskan torehan tersebut merupakan hasil dari latihan intensif selama satu tahun terakhir. Para atlet berlatih rutin di lapangan sepaktakraw Krandon, Sidomoyo, Godean, di bawah bimbingan dua pelatih utama.
“Latihan yang sungguh-sungguh akan membuahkan hasil terbaik, dan adik-adik sudah membuktikannya,” lanjutnya.
Syukron juga meminta program pembinaan tidak berhenti sampai di sini. Para atlet akan dipersiapkan untuk agenda nasional berikutnya.
“Ke depan, mereka akan disiapkan untuk Popnas selanjutnya dan tentu saja menuju PON,” ujar Syukron.
Pelatih Dwi Parwanto menambahkan, para atlet mengikuti program pelatihan dengan disiplin tinggi. Setiap akhir pekan, mereka bahkan diwajibkan menginap di mess demi membangun kekompakan tim.
“Program ini untuk membangun chemistry antar atlet, dan Alhamdulillah hasilnya bisa kita lihat hari ini,” jelasnya.
Dwi juga mengungkap adanya target dari Balai Pemuda dan Olahraga (BPO) DIY.
“Target membawa pulang medali menjadi pemacu bagi kami. Kalau gagal meraih medali, peluang cabor sepaktakraw diberangkatkan ke Popnas berikutnya sangat tipis,” tegasnya. (naf)
Editor : Iwa Ikhwanudin