Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Menguji Filosofi John Herdman: Apa Bedanya dengan Era STY dan Kluivert?

Iwa Ikhwanudin • Jumat, 19 Desember 2025 | 19:26 WIB
John Herdman saat menjadi pelatih timnas Kanada periode 2018-2023 (Speakers Spotlight).
John Herdman saat menjadi pelatih timnas Kanada periode 2018-2023 (Speakers Spotlight).

RADAR MALIOBORO - Nama John Herdman mencuat sebagai kandidat pelatih Timnas Indonesia setelah PSSI mengakhiri kerja sama dengan Patrick Kluivert pada Oktober lalu. Pertanyaannya, apakah filosofi pelatih asal Inggris ini realistis dan cocok dengan karakter pemain Timnas Indonesia untuk jangka panjang?

Dari sisi rekam jejak, Herdman memiliki portofolio kuat di level tim nasional. Salah satunya, ia sukses membawa tim putri dan putra Kanada lolos ke Piala Dunia setelah puluhan tahun absen.

Jika dibandingkan dengan pelatih timnas sebelumnya, Shin Tae-yong (STY), dikenal sangat menekankan fondasi fisik, intensitas pressing tinggi, serta transisi cepat. Pendekatan ini terbukti meningkatkan daya saing Timnas Indonesia dalam beberapa tahun terakhir, meski gagal melangkah jauh di Piala AFF 2024.

Sedangkan Patrick Kluivert datang dengan pendekatan berbeda melalui filosofi total football ala Belanda. Fokus pada permainan menyerang dan penguasaan bola justru kurang cocok dengan kondisi pemain Timnas Indonesia, terutama karena waktu persiapan yang terbatas.

Sementara itu, Herdman tidak dikenal sebagai pelatih yang kaku pada satu gaya permainan. Ia cenderung pragmatis dan fleksibel, dengan formasi yang dapat berubah sesuai kebutuhan, seperti 3-4-3 saat menyerang dan 4-4-2 ketika bertahan.

Meskipun Herdman berasal dari Inggris, ia tidak berfokus pada filosofi Kick & Rush. Herdman sangat menekankan pada intensitas tinggi serta kreativitas permainan yang dinilai mirip dengan pelatih sebelumnya, STY. Hanya saja, STY cenderung lebih defensif.

Dengan target jangka menengah hingga panjang, termasuk persiapan menuju Piala Asia 2027 dan Piala Dunia 2030, Herdman berpotensi memiliki waktu yang cukup untuk membangun tim secara bertahap jika benar-benar ditunjuk sebagai pelatih kepala.

Sejumlah pundit nasional pun menilai PSSI tidak perlu terburu-buru dalam mengambil keputusan. Waktu masih tersedia, dan federasi diharapkan belajar dari pengalaman sebelumnya agar kesalahan dalam penunjukan pelatih tidak kembali terulang.

Penulis: Affrendi Kurniawan

Editor : Iwa Ikhwanudin
#timnas indonesia #patrick kluivert #John Herdman latih timnas #pelatih timnas indonesia #John Herdman