RADAR MALIOBORO - Rencana perubahan aturan offside kembali mencuat di level tertinggi sepak bola dunia. Presiden FIFA, Gianni Infantino, mengisyaratkan bahwa federasi sepak bola internasional tengah mengkaji kemungkinan penerapan prinsip daylight offside demi membuat permainan lebih atraktif dan minim kontroversi.
Ide awal ini awalnya datang dari Arsene Wenger, mantan manajer Arsenal yang kini menjabat sebagai Kepala Pengembangan Sepak Bola Global FIFA. Wenger mengusulkan aturan di mana penyerang tetap dianggap onside selama masih sejajar dengan bek terakhir, meskipun sebagian tubuhnya melewati garis pertahanan.
Menurut Wenger, penerapan VAR yang baru ini akan membuat penyerang lebih diuntungkan, karena sebelumnya banyak gol kontroversi yang dianulir hanya dari selisih offside sekian milimeter saja.
Kini, wacana tersebut kembali mendapat dukungan dari Gianni Infantino. Dalam pernyataannya di World Sports Summit, Senin (29/12), Infantino menegaskan FIFA terus mengevaluasi aturan permainan agar sepak bola tetap menarik bagi penonton.
“Kami terus melihat aturan permainan. Bagaimana caranya membuat sepak bola lebih ofensif dan lebih menarik?” ujar Infantino.
Infantino juga menyinggung kemungkinan perubahan peraturan offside. Ia menyebut seorang pemain mungkin baru dianggap offside jika posisinya benar-benar sepenuhnya melewati bek terakhir, bukan sekadar karena ujung kaki atau bagian tubuh tertentu.
“Mungkin di masa depan, penyerang harus benar-benar berada di depan bek untuk dianggap offside,” imbuhnya.
Selain soal offside, Infantino menekankan pentingnya mengurangi jeda dan gangguan dalam pertandingan, terutama ketika sedang menunggu pengecekan VAR agar tidak merusak ritme permainan.
Meski demikian, perubahan aturan offside tidak bisa dilakukan secara instan. Keputusan akhir berada di tangan International Football Association Board (IFAB), yang masih melakukan serangkaian uji coba di berbagai kompetisi, termasuk sepak bola usia muda di Italia.
Jika disetujui, aturan baru ini berpotensi menjadi perubahan paling signifikan dalam hukum offside sejak era 1990-an. Namun hingga kini, FIFA dan IFAB masih menimbang pro dan kontra sebelum menentukan keputusan paling krusial dalam sepak bola modern ini.
(Affrendi Kurniawan)
Editor : Iwa Ikhwanudin