Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Fenomena Lari di Era Sekarang: Sekadar FOMO atau Gaya Hidup Sehat?

Magang Radar Malioboro • Kamis, 8 Januari 2026 | 18:21 WIB
Ilustrasi fenomena lari di era sekarang sekadar FOMO atau gaya hidup sehat. (Pinterest)
Ilustrasi fenomena lari di era sekarang sekadar FOMO atau gaya hidup sehat. (Pinterest)

RADAR MALIOBORO - Tren lari kian marak terlihat di berbagai kota, terutama pada pagi dan sore hari. Mulai dari kawasan car free day, jalur pedestrian, hingga area perkantoran. Aktivitas lari kini bukan lagi sekadar olahraga rutin, melainkan telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat urban. 

Fenomena ini memunculkan pertanyaan: apakah lari hanya mengikuti tren sesaat atau benar-benar mencerminkan kesadaran hidup sehat?

Popularitas lari tidak lepas dari pengaruh media sosial. Unggahan aktivitas lari, pencapaian jarak tempuh dengan bukti pada aplikasi Strava, hingga penggunaan perlengkapan olahraga bermerek sering kali menjadi konten yang menarik perhatian. 

Bagi sebagian orang, hal ini memicu rasa takut tertinggal tren atau fear of missing out (FOMO). Dorongan untuk ikut berlari pun terkadang muncul bukan karena kebutuhan tubuh, melainkan keinginan untuk menjadi bagian dari arus sosial.

Baca Juga: Stok Makanan Instan Anak Kos yang Wajib Dimiliki Mahasiswa Agar Hemat dan Praktis

Namun, dibalik unsur FOMO, lari tetap memiliki manfaat kesehatan yang nyata. Aktivitas ini terbukti mampu meningkatkan kebugaran jantung, menjaga berat badan, serta membantu mengelola stress. 

Banyak pelari pemula yang awalnya mengikuti tren, kemudian merasakan dampak positif secara fisik dan mental, hingga akhirnya menjadikan lari sebagai kebiasaan rutin.

Fenomena lari juga berkembang seiring munculnya komunitas-komunitas lari di berbagai daerah. Kehadiran komunitas ini memberi ruang interaksi sosial, saling dukung, dan motivasi, sehingga lari tidak lagi terasa sebagai aktivitas individual yang membosankan. Bagi masyarakat perkotaan, lari menjadi cara sederhana untuk tetap aktif di tengah gaya hidup yang semakin sedentari.

Akhirnya, tren lari di era sekarang tidak bisa dipandang semata-mata sebagai perilaku FOMO. Selama dilakukan secara konsisten dan sesuai kemampuan, lari dapat menjadi pintu masuk menuju gaya hidup yang lebih sehat. Terlepas dari motif awalnya, manfaat lari akan tetap dirasakan oleh siapa pun yang menjadikannya bagian dari rutinitas.

(Aribah Zalfa Nur Aini)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#fenomena #lari #sekadar #atau #fomo #Era #gaya #di #sekarang #hidup