Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Lari Pakai Rok Jadi Sorotan, Salahkah Muslimah Tetap Aktif dan Sehat?

Magang Radar Malioboro • Senin, 19 Januari 2026 | 13:48 WIB
Ilustrasi aktivitas lari sebagai salah satu olahraga ringan yang bermanfaat untuk menjaga kebugaran tubuh.”
Ilustrasi aktivitas lari sebagai salah satu olahraga ringan yang bermanfaat untuk menjaga kebugaran tubuh.”

RADAR MALIOBORO — Sempat beredar sebuah video yang merekam sejumlah perempuan muslimah tengah berlari dengan mengenakan rok panjang di ruang publik. Video tersebut menuai perhatian bukan karena aktivitas olahraganya, melainkan narasi yang menyertainya. Perekam video terdengar melontarkan komentar bernada mengejek, bahkan menyebutnya sebagai “pelari kalcer”, sehingga memicu perbincangan warganet soal etika merekam dan mengomentari aktivitas orang lain.

Olahraga lari sendiri dikenal sebagai aktivitas fisik sederhana dengan manfaat besar bagi kesehatan, mulai dari menjaga kebugaran jantung hingga meningkatkan stamina. Dalam konteks Islam, menjaga kesehatan tubuh juga dianjurkan agar seseorang mampu menjalankan ibadah dengan optimal.

Islam pada dasarnya tidak melarang perempuan berolahraga. Bahkan, terdapat riwayat yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW pernah berlomba lari bersama Aisyah radhiyallahu ‘anha. Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas fisik bagi perempuan bukanlah hal yang tabu, selama dilakukan dengan adab dan tujuan yang baik.

Bagi muslimah, aspek berpakaian memang menjadi perhatian. Prinsip utamanya adalah menutup aurat, tidak transparan, dan tidak menimbulkan kemudaratan. Karena itu, sebagian perempuan memilih berlari dengan rok panjang atau pakaian longgar sebagai bentuk kenyamanan sekaligus ketaatan. Pilihan ini sejatinya bersifat personal dan tidak melanggar aturan kesehatan maupun agama.

Pakar kesehatan juga menilai bahwa selama pakaian tidak menghambat pergerakan ekstrem dan tetap aman, olahraga lari dapat dilakukan dengan berbagai jenis busana. Artinya, berlari memakai rok bukanlah tindakan berbahaya selama disesuaikan dengan kondisi fisik dan lingkungan.

Sayangnya, pilihan tersebut kerap dipersepsikan negatif di ruang publik. Padahal, aktivitas muslimah yang tetap aktif dan produktif justru mencerminkan gaya hidup sehat tanpa harus meninggalkan identitas diri. Alih-alih menjadi bahan ejekan, fenomena ini bisa dilihat sebagai bukti bahwa olahraga inklusif dan dapat dilakukan siapa saja, dengan caranya masing-masing.

(Alena Mutiara)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Pakai #jadi #lari #sorotan #rok