RADAR MALIOBORO - Fabrizio Romano dikenal sebagai seseorang yang selalu update dalam perkembangan bursa transfer dunia sepakbola. Setiap unggahannya sering dijadikan rujukan utama oleh fans, media, hingga pundit-pundit sepak bola. Kepercayaan orang-orang terhadap Romano telah terbangun lama lewat konsistensi dan cara kerjanya yang ketat dalam memverifikasi setiap informasi.
Fabrizio Romano lahir di pada 21 Februari 1993 di Napoli, Italia. Ia mulai terjun ke jurnalisme sepak bola sejak usia remaja dan memasuki dunia profesional pada 2011 melalui blog pribadinya. Namanya mulai dikenal luas pada 2013, setelah berhasil membocorkan transfer Mauro Icardi dari Sampdoria ke Inter Milan sebelum media besar lain.
Pada 2014–2018, Romano bekerja di Sky Sport Italia di bawah bimbingan jurnalis senior Gianluca Di Marzio, yang menjadi fondasi jaringan profesionalnya dengan para agen, direktur klub, dan pemain. Sejak 2019, Romano memilih berkarier sebagai jurnalis independen dengan fokus utama pada bursa transfer, baik itu rumor ataupun yang sudah resmi.
Kekuatan Romano juga terletak pada pemanfaatan media sosial. Hingga kini, akun Instagram-nya diikuti lebih dari 42 juta pengikut, sementara akun X miliknya menembus 26 juta pengikut. Angka ini menjadikannya jurnalis sepak bola dengan jangkauan digital terbesar di dunia. Ungkapan “Here We Go!” bahkan telah menjadi ciri khas yang sangat melekat pada diri Fabrizio Romano.
Meski reputasinya kuat, Romano bukan tanpa catatan keliru. Salah satu yang paling disorot adalah kabar Hakim Ziyech ke Al Nassr pada 2023 yang batal di detik akhir akibat masalah medis dan administrasi, meski sebelumnya telah dilaporkan mendekati final. Kasus lain terjadi pada 2021, ketika Romano mengabarkan Lionel Messi akan memperpanjang kontrak di Barcelona, tetapi akhirnya gugur karena aturan finansial La Liga.
Contoh kesalahan-kesalahan tersebut tidak serta merta merusak reputasi Romano. Dia tetap dipercaya sebagai rujukan yang kredibel dalam penyampaian informasi bursa transfer. Kesalahan tersebut dapat terjadi karena Romano dikenal sangat cepat dalam menyampaikan update bursa transfer, bahkan sebelum pemain dan klub yang bersangkutan mengumumkan secara resmi di akun media sosial mereka.
(Affrendi Kurniawan)
Editor : Iwa Ikhwanudin