RADAR MALIOBORO— Pendaki ekstrem asal Amerika Serikat, Alex Honnold, kembali menyita perhatian dunia setelah melakukan aksi panjat bebas (free solo) di gedung pencakar langit Taipei 101, Taiwan, pada Sabtu (24/1/2026) pagi waktu setempat. Aksi tersebut dimulai sekitar pukul 09.00 dan berlangsung selama kurang lebih 90 menit.
Tanpa menggunakan tali, harness, maupun alat pengaman lainnya, Honnold memanjat salah satu sisi gedung ikonik setinggi 508 meter itu hanya dengan mengandalkan tangan dan pijakan kecil pada struktur bangunan. Sorak sorai penonton yang memadati area sekitar gedung pecah ketika ia berhasil mencapai bagian atas menara.
Alex Honnold dikenal luas sebagai salah satu pemanjat tebing paling berani di dunia. Namanya melejit usai menaklukkan El Capitan di Taman Nasional Yosemite tanpa pengaman sebuah pencapaian yang diabadikan dalam film dokumenter peraih Oscar, Free Solo. Aksi di Taipei 101 ini kembali menegaskan reputasinya sebagai spesialis panjat ekstrem dengan tingkat risiko tinggi.
Pendakian di lingkungan urban menghadirkan tantangan berbeda dibandingkan tebing alam. Selain ketinggian, Honnold harus menghadapi struktur fasad bangunan, ornamen yang menonjol, serta hembusan angin kencang di puncak gedung. Beberapa kali ia terlihat berhenti sejenak untuk mengatur napas sebelum melanjutkan pendakian.
Taipei 101 merupakan landmark utama Taiwan yang dirancang oleh arsitek C.Y. Lee dengan konsep angka delapan, simbol keberuntungan dalam budaya Tionghoa, serta sistem konstruksi tahan gempa dan angin topan. Aksi Honnold di gedung ini pun langsung menjadi perbincangan global.
Meski menuai kekaguman, aksi tersebut juga memunculkan diskusi soal keselamatan dan etika mempertontonkan kegiatan berisiko tinggi. Namun bagi Honnold, pendakian ini disebut sebagai bentuk eksplorasi batas kemampuan manusia.
(Alena Mutiara)
Editor : Iwa Ikhwanudin