RADAR MALIOBORO - Pertandingan lanjutan Liga Italia antara Inter Milan melawan Cremonese di Stadion Giovanni Zini, Senin (2/2/2026) dini hari, diwarnai aksi tidak terpuji dari suporter tim tamu.
Kemenangan Inter Milan harus tercoreng oleh insiden pelemparan petasan yang dilakukan oleh suporter Inter Milan.
Penjaga gawang Cremonese, Emil Audero menjadi sasaran dalam insiden tersebut.
Dilansir dari calciomercato.it, insiden pelemparan petasan ini terjadi tepat pada awal babak kedua, yakni di menit ke-49.
Wasit terpaksa menghentikan pertandingan sementara waktu setelah Emil Audero jatuh tersungkur di lapangan.
Kiper yang juga memperkuat Tim Nasional Indonesia tersebut terkena efek ledakan petasan yang jatuh dan meledak di dekat posisinya.
Emil Audero terlihat memegangi bagian kepala dan telinganya akibat insiden tersebut, sehingga tim medis harus masuk ke lapangan untuk memberikan perawatan kepadanya selama beberapa menit.
Emil Audero sempat merasakan shock dan rasa pusing setelah ledakan dari petasan yang dilempar.
Dilansir dari APnews.com, Emil Audero juga sempat merasakan kehilangan pendengaran dari telinga kanannya dan terdapat luka robek di kaki kanannya.
Beruntungnya, sang kiper mampu bangkit kembali dan melanjutkan tugasnya mengawal gawang hingga peluit akhir dibunyikan.
Terlepas dari insiden tersebut, Inter Milan berhasil mengamankan tiga poin penuh di kandang lawan. Tim tamu menang 2-0 berkat gol yang dicetak Lautaro Martinez di menit ke-16 dan Piotr Zieliński pada menit ke-31.
Hasil positif ini semakin memantapkan posisi Nerazzurri di urutan teratas klasemen sementara Serie A. Sebaliknya, kekalahan di kandang sendiri ini membuat Cremonese harus tertahan di peringkat ke-15.
Ancaman Sanksi dan Tindakan Hukum
Buntut dari insiden ini, Inter Milan dan suporternya kini menghadapi ancaman hukuman serius.
Dilansir dari calciomercato.it, sanksi yang mungkin dijatuhkan meliputi denda dalam jumlah besar, larangan bagi fans menghadiri laga tandang, hingga penutupan tribun tertentu saat bermain kandang di San Siro.
Pihak berwenang juga mengambil sikap tegas terhadap pelaku dalam insiden ini.
Pelaku pelemparan petasan tersebut akan menghadapi tuntutan pidana atas aksinya yang membahayakan keselamatan pemain.
Reaksi Keras Lautaro Martinez dan Presiden Inter Milan
Kapten Inter Milan, Lautaro Martinez, sangat menyayangkan insiden membahayakan ini.
Dikutip dari CBS Sports saat berbicara kepada DAZN, Lautaro menyampaikan permintaan maaf kepada Emil Audero yang juga pernah bermain untuk Inter Milan pada musim 2023-2024.
"Hal-hal seperti ini tidak boleh terjadi. Kami adalah pesepakbola, dan anda membahayakan keselamatan seseorang. Kami meminta maaf kepada Audero, seorang juara bintang kedua, dan kepada para pendukung Cremonese," ujar Lautaro Martinez.
Kecaman serupa datang dari Presiden Inter Milan, Giuseppe Marotta.
Dalam wawancaranya dengan Sky Italy yang dilansir dari CBS Sports, Marotta menyebut tindakan ini tidak sesuai dengan nilai-nilai olahraga.
"Olahraga memiliki nilai-nilai yang benar-benar jauh dari apa yang kita saksikan tadi.
Pihak berwenang sedang melakukan penyelidikan terhadap tindakan ini, dan apa yang saya pikir disetujui oleh semua pendukung Inter: sepak bola harus benar-benar dijauhkan dari insiden semacam itu," ujar Marotta.
Marotta juga mengapresiasi profesionalisme yang ditunjukkan Emil Audero di atas lapangan.
"Kami juga berterima kasih kepada Audero atas profesionalismenya," kata Marotta.
Marotta menegaskan bahwa tidak ada toleransi dari pihak klub terhadap pelaku yang telah mencoreng nama baik Inter Milan dengan aksi berbahaya tersebut.
"Pihak berwenang akan mengidentifikasi mereka yang bertanggung jawab; seluruh klub Inter menyatakan kecaman secara tegas dan menyeluruh atas apa yang terjadi. Benar-benar tindakan yang tidak masuk akal," tegasnya.
(Aqbil Faza Maulana)
Editor : Meitika Candra Lantiva