Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Apakah Jogging Pagi Lebih Efektif Bakar Lemak? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Iwa Ikhwanudin • Rabu, 4 Februari 2026 | 14:04 WIB
(foto/Pinterest)
(foto/Pinterest)

RADAR MALIOBORO - Jogging bisa dilakukan kapan saja, tapi kalau tujuannya menurunkan lemak tubuh, waktu jogging ternyata punya pengaruh cukup signifikan. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa lari di pagi hari memberi keuntungan biologis yang tidak didaptkan saat lari di sore atau malam hari.

Saat bangun tidur, tubuh berada dalam kondisi cadangan gula yang relatif rendah. Dalam kondisi ini, tubuh lebih cepat menggunakan lemak sebagai sumber energi ketika mulai bergerak. Inilah alasan mengapa jogging pagi kerap dikaitkan dengan pembakaran lemak yang lebih efektif, terutama jika dilakukan dengan intensitas ringan hingga sedang.

Temuan ini sejalan dengan riset dari National Institutes of Health, yang mencatat bahwa aktivitas fisik di pagi hari berhubungan dengan tingkat lemak tubuh dan indeks massa tubuh yang lebih rendah. Efeknya bukan hanya terasa saat olahraga berlangsung, tetapi juga berlanjut sepanjang hari karena metabolisme sudah terpicu sejak awal.

Penelitian lain yang dirangkum oleh Harvard Health Publishing menyebutkan bahwa orang yang rutin berolahraga pada rentang waktu pagi, khususnya hingga jam sembilan, memiliki risiko obesitas lebih rendah dibanding mereka yang lebih aktif di siang atau malam hari.

Meski demikian, bukan berarti jogging sore tidak bermanfaat. Pada sore hari, suhu tubuh berada di titik yang lebih optimal, otot dan sendi lebih lentur, serta performa fisik cenderung lebih baik. Karena itu, banyak pelari justru merasa lebih kuat dan cepat saat berlari di sore hari. Namun dari sudut pandang pembakaran lemak, efektivitasnya biasanya tidak sekuat lari pagi karena tubuh sudah mendapatkan asupan energi dari makanan sepanjang hari.

Bagi mereka yang fokus pada penurunan berat badan, jogging pagi selama 30 hingga 45 menit dengan intensitas stabil dianggap paling masuk akal. Tidak perlu berlari dalam kondisi ekstrem atau memaksakan diri puasa total. Cukup air putih atau asupan ringan rendah gula sudah cukup untuk menjaga tubuh tetap bugar, tanpa kelelahan berlebih.

Meski begitu, para ahli sepakat bahwa faktor terpenting tetaplah konsistensi. Jogging pagi memang unggul secara fisiologis, tetapi manfaat tersebut akan hilang jika hanya dilakukan sesekali. Lari sore yang dilakukan rutin tetap jauh lebih berdampak dibanding jogging pagi yang sekali-kali dilakukan.

(Affrendi Kurniawan)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Jogging Pagi Bareng #jogging #jogging pagi bermanfaat