Radar Malioboro – Bek tengah Timnas Swiss, Becir Omeragić, resmi pindah ke FC Basel 1893 dari Montpellier HSC pada bursa transfer musim dingin 2026.
Transfer ini diumumkan secara resmi oleh klub pada 16 Februari 2026, menandai kembalinya pemain berusia 24 tahun itu ke tanah kelahirannya di Swiss setelah beberapa musim di Prancis.
Menurut berbagai sumber terpercaya seperti Transfermarkt dan laporan resmi klub, nilai transfer mencapai €2,25 juta (sekitar Rp40 miliar).
Ada variasi laporan awal yang menyebut angka €2,3 juta hingga €2,5 juta, termasuk klausul potensial bonus dan persentase jual kembali (sell-on clause) sekitar 10-20% untuk Montpellier.
Kesepakatan ini lebih rendah dari valuasi pasar Omeragić yang mencapai €4 juta di Transfermarkt, kemungkinan dipengaruhi oleh status Montpellier yang terdegradasi ke Ligue 2.
Omeragić menandatangani kontrak jangka panjang hingga 30 Juni 2029 (kontrak 3,5 tahun ke depan).
Ia mengisi kekosongan di lini belakang Basel setelah kepergian Jonas Adjetey ke VfL Wolfsburg di Bundesliga awal Februari 2026.
Sebagai pemain serba bisa (centre-back utama, bisa bermain full-back), Omeragić diharapkan langsung memperkuat pertahanan Die RotBlauen yang sedang bersaing di papan atas Swiss Super League 2025/2026.
Lahir di Genève pada 20 Januari 2002, Omeragić memulai karier dari akademi Étoile Carouge dan Servette sebelum pindah ke Montpellier pada 2021.
Ia sempat menjadi kapten tim dan tampil solid meski klub mengalami kesulitan finansial dan degradasi.
Sebelum deal dengan Basel rampung, Omeragić menolak tawaran dari Sporting Kansas City (MLS) yang menawarkan gaji tinggi, memilih kembali ke Swiss untuk meningkatkan peluangnya di Timnas Swiss menjelang Piala Dunia 2026.
Transfer ini menjadi salah satu penguatan penting Basel di musim ini, membantu mereka mempertahankan posisi ke-4 klasemen dan berburu tiket kompetisi Eropa.
Bagi pecinta sepak bola di Yogyakarta, Solo, Semarang, dan seluruh Jawa Tengah yang sering menonton liga Swiss, kehadiran Omeragić bisa jadi tambahan menarik, terutama saat Basel menjamu tim-tim kuat seperti Grasshopper atau Young Boys. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin