RADAR MALIOBORO - Pertandingan NBA antara Los Angeles Lakers dan Chicago Bulls pada Jumat (13/3/2026) menghadirkan tontonan penuh serangan.
Laga yang digelar di Los Angeles itu berakhir dengan kemenangan Lakers 142–130, dalam pertandingan yang ditandai performa luar biasa dari Luka Doncic.
Sejak awal pertandingan, tempo permainan sudah terlihat cepat.
Lakers tampil agresif dengan serangan yang mengalir lewat Doncic.
Guard asal Slovenia itu tampil hampir tanpa cela, memimpin timnya dengan 51 poin, 10 rebound, dan 9 assist, sebuah performa yang nyaris menghasilkan triple-double.
Doncic tidak hanya tajam dalam mencetak angka, tetapi juga mampu mengatur ritme permainan Lakers.
Beberapa tembakan tiga angka yang ia lepaskan di kuarter ketiga menjadi titik balik yang memperlebar jarak skor.
Momentum tersebut membuat Lakers sempat unggul hingga lebih dari 20 poin sebelum Bulls mencoba mengejar di kuarter akhir.
Kemenangan Lakers juga didukung kontribusi solid dari pemain lain.
Austin Reaves tampil impresif dengan tambahan 30 poin, sementara Deandre Ayton mencatatkan 23 poin dan 10 rebound, memastikan dominasi Lakers di area paint.
Di sisi lain, kembalinya LeBron James setelah sempat absen karena cedera juga memberi energi baru bagi tim.
Bintang veteran tersebut mencatat 18 poin, 7 rebound, dan 7 assist, memperlihatkan bahwa perannya sebagai motor permainan masih sangat vital.
Meski kalah, Bulls tetap memberikan perlawanan sengit.
Josh Giddey menjadi pemain paling menonjol dari tim tamu dengan 27 poin dan 15 assist, sementara Matas Buzelis turut menyumbang 22 poin.
Namun, produktivitas serangan Lakers yang begitu tinggi membuat Bulls kesulitan menutup jarak hingga akhir pertandingan.
Bagi Lakers, kemenangan ini memperpanjang tren positif mereka dalam beberapa pertandingan terakhir.
Performa Doncic yang eksplosif menunjukkan betapa besarnya pengaruh sang bintang dalam sistem permainan tim.
Ketika ia berada dalam performa terbaiknya, serangan Lakers terlihat mengalir, cepat, dan sulit dihentikan.
Laga ini menjadi pengingat bahwa dalam dunia National Basketball Association, satu malam luar biasa dari seorang pemain bisa mengubah jalannya pertandingan.
Dan pada malam itu di Los Angeles, panggung sepenuhnya menjadi milik Luka Doncic. (Lintang Perdana Shynatrya)
Editor : Meitika Candra Lantiva