Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Ramadan Usai, Tubuh Masih Lemas? Begini Cara Sehat Kembali Beraktivitas Normal di Jogja

Iwa Ikhwanudin • Kamis, 26 Maret 2026 | 10:05 WIB

Ilustrasi pola hidup sehat usai Ramadhan.
Ilustrasi pola hidup sehat usai Ramadhan.

YOGYAKARTA – Setelah sebulan penuh menjalani puasa Ramadan 1447 H, banyak warga Jogja merasa tubuh masih adaptasi saat harus kembali ke rutinitas kerja, kuliah, atau aktivitas harian. Perubahan pola makan, tidur, dan aktivitas fisik selama puasa sering membuat stamina drop, pencernaan sensitif, hingga mudah lelah pasca-Lebaran.

Dokter dan ahli kesehatan menekankan, transisi ini harus dilakukan secara bertahap agar tubuh tidak syok. Berikut panduan praktis cara sehat kembali beraktivitas setelah Ramadan yang bisa langsung diterapkan masyarakat Jogja.

1. Atur Ulang Pola Makan Secara Bertahap dan Seimbang

Jangan langsung serbu makanan berlemak atau manis berlebihan seperti opor, rendang, atau kue Lebaran. Mulailah dengan porsi kecil dan makanan ringan yang kaya serat.

- Perbanyak buah, sayur, protein rendah lemak (ikan, ayam tanpa kulit, tahu, tempe), dan karbohidrat kompleks (nasi merah, oatmeal, ubi).

- Terapkan pola makan 3 kali utama + 2 camilan sehat.

- Hindari gorengan dan minuman bersoda di awal minggu pasca-Ramadan untuk mencegah masalah pencernaan.

“Pola makan seimbang selama puasa sebaiknya dilanjutkan sebagai investasi kesehatan jangka panjang,” saran Dinas Kesehatan Aceh yang relevan diterapkan di mana saja, termasuk Jogja.

2. Pulihkan Pola Tidur yang Terganggu karena Sahur

Selama Ramadan, banyak yang tidur larut dan bangun dini hari untuk sahur. Sekarang saatnya reset jam biologis.

- Tidur 7-8 jam per malam, idealnya mulai pukul 22.00-23.00 WIB.

- Hindari begadang dan gadget 1 jam sebelum tidur.

- Mulai hari dengan sarapan pagi untuk mengatur ritme tubuh.

Pola tidur teratur membantu mengembalikan energi dan konsentrasi saat bekerja atau belajar di kampus-kampus Jogja seperti UGM, UII, atau UNY.

3. Cukupi Kebutuhan Cairan Tubuh

Dehidrasi ringan sering tersisa pasca-puasa. Minum minimal 8 gelas air putih sehari (sekitar 2 liter).

- Pola ideal: 2 gelas pagi saat bangun, sisanya tersebar sepanjang hari.

- Kurangi kopi, teh manis, atau minuman bersoda yang justru membuat tubuh kehilangan cairan.

Hidrasi baik mencegah sakit kepala dan kelelahan, terutama bagi yang beraktivitas di bawah terik matahari Jogja.

4. Kembali ke Olahraga Secara Perlahan

Jangan langsung lari marathon atau gym berat. Mulai dari aktivitas ringan untuk mengembalikan stamina.

- Jalan kaki 30 menit sehari di area Malioboro, Alun-Alun Kidul, atau taman kampus.

- Lakukan stretching atau yoga 10-15 menit setiap pagi.

- Setelah 1-2 minggu, tingkatkan intensitas ke jogging, bersepeda, atau senam aerobik.

Olahraga ringan rutin membantu metabolisme dan mencegah penumpukan lemak pasca-Lebaran. Target 150 menit aktivitas fisik per minggu seperti anjuran kesehatan global.

5. Kelola Stres dan Dengarkan Tubuh

Pasca-Ramadan sering muncul “syndrome Lebaran” berupa rasa lemas atau emosi naik-turun.

- Praktikkan mindful eating (makan tanpa tergesa).

- Luangkan waktu untuk istirahat singkat dan relaksasi.

- Jika merasa tidak enak badan berkepanjangan, segera periksa ke puskesmas atau dokter di Jogja.

“Ramadan melatih kesabaran dan disiplin, manfaat itu harus terus dijaga dengan pola hidup sehat,” ujar pakar kesehatan dari berbagai sumber.

Dengan menerapkan tips ini secara konsisten, warga Jogja bisa kembali produktif dan bugar dalam waktu singkat. (iwa) 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#usai #ramadan #puasa #hidup sehat #olahraga