Austin, Texas – Pembalap Indonesia Veda Ega Pratama (Honda Team Asia) mengalami nasib sial di balapan Moto3 Grand Prix of the Americas 2026 di Circuit of the Americas (COTA), Austin, Texas, Minggu (29 Maret 2026) malam waktu setempat atau Senin (30 Maret 2026) dini hari WIB.
Start dari posisi ke-4 yang impresif, Veda justru terjatuh karena highside saat berada di grup depan, sehingga harus DNF (Did Not Finish).
Balapan Moto3 di COTA berlangsung ketat dengan banyak aksi salip-menyalip.
Veda Ega Pratama, yang sempat bersaing di rombongan terdepan bersama para rider cepat, mengalami kecelakaan highside yang melibatkan dirinya dan membuat rider lain seperti Joel Esteban terkena imbas.
Meski sempat menunjukkan pace kompetitif, rookie berusia 17 tahun asal Gunungkidul, Yogyakarta ini gagal menyelesaikan race.
Guido Pini akhirnya keluar sebagai pemenang balapan Moto3 USA 2026 dalam finis yang sangat ketat.
Veda Pratama sendiri tercatat di posisi ke-25 dalam hasil resmi karena tidak finis.
Hasil Balapan Moto3 Americas GP 2026 (Top 5):
Juara 1: Guido Pini (Italia) – Leopard Racing – Honda
Juara 2: (rider kedua, gap ketat)
Juara 3: (rider ketiga)
...
Veda Ega Pratama (Indonesia) – Honda Team Asia – Honda DNF (highside)
Sebelum race, Veda tampil menggila sepanjang akhir pekan.
Di kualifikasi, pembalap bernomor 9 ini sukses merebut posisi start ke-4 dengan catatan waktu 2:12.813 detik, hanya terpaut 0,706 detik dari pole sitter Alvaro Carpe (Red Bull KTM Ajo).
Baca Juga: Puncak Mudik 2026: Konsumsi BBM Gasoline di Jateng-DIY Capai 20 Ribu KL dalam Sehari
Veda sempat membayangi posisi dua dan menunjukkan adaptasi cepat dengan trek COTA yang panjang dan berliku.
Ini menjadi kali pertama Veda Ega Pratama balapan di COTA.
Sebelumnya di musim rookie 2026, ia sudah mencatat sejarah dengan finis P5 di Thailand dan meraih podium ketiga (P3) di Brasil – podium pertama bagi rider Indonesia di kelas Grand Prix Moto3.
Meski gagal poin di Austin, Veda tetap berada di peringkat atas klasemen sementara Moto3 2026 sebagai best rookie dengan total 27 poin (peringkat 7 secara keseluruhan).
Konsistensinya di awal musim membuatnya tetap jadi sorotan sebagai talenta muda Indonesia yang sedang naik daun.
Veda sebelum race sempat berjanji akan selebrasi “pacu jalur” jika naik podium lagi.
Sayang, kecelakaan highside menghentikan mimpinya di COTA.
Tim Honda Team Asia menilai insiden ini sebagai bagian dari proses belajar rookie di trek baru, dan Veda diyakini akan bangkit di seri-seri berikutnya.
Hasil DNF ini membuat Veda kehilangan kesempatan tambah poin, tapi posisinya di klasemen masih solid.
Persaingan Moto3 musim ini sangat ketat, dan performa Veda di kualifikasi membuktikan ia mampu bersaing dengan rider top dunia.
Pembalap asal Yogyakarta ini terus membanggakan Indonesia di kancah internasional.
Dari Red Bull Rookies Cup runner-up 2025 hingga kini bersaing di Moto3 dunia bersama Honda Team Asia. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin