Sejak awal pertandingan, kedua tim langsung tampil terbuka dan berupaya mendominasi penguasaan bola. Tempo tinggi tersaji sepanjang babak pertama, dengan PSIM Jogja dan Dewa United silih berganti melancarkan serangan.
Namun, solidnya lini pertahanan serta penampilan impresif kedua penjaga gawang membuat peluang yang tercipta gagal berbuah gol.
Kiper PSIM Jogja Cahya Supriadi dan kiper Dewa United Sonny Stevens sama-sama tampil gemilang di bawah mistar. Skor kacamata 0-0 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, intensitas pertandingan sedikit menurun.
Kedua tim bermain lebih hati-hati dalam membangun serangan dan tidak lagi terlalu terbuka seperti di paruh pertama.
Momen krusial terjadi pada menit ke-60. Wasit Candra memberikan hadiah penalti kepada Dewa United setelah pemain PSIM Jogja, Donny Warmerdam, dinilai melakukan pelanggaran terhadap Ivar Jenner di dalam kotak terlarang.
Alex Martins yang maju sebagai algojo sukses menjalankan tugasnya dengan baik.
Tendangan yang dilepaskannya mampu mengecoh Cahya Supriadi dan membawa Dewa United unggul 1-0.
Baca Juga: PKB Sleman Panaskan Mesin Politik, Siap Dongkrak Perolehan Suara di Pemilu 2029
Setelah gol tersebut, Dewa United memilih menurunkan tempo permainan dan cenderung bermain lebih bertahan.
Pergantian pemain yang dilakukan pun berorientasi menjaga keunggulan.
Di sisi lain, PSIM Jogja meningkatkan intensitas serangan dan tampil lebih dominan dalam penguasaan bola.
Tekanan demi tekanan terus dilancarkan oleh Laskar Mataram untuk mencari gol penyeimbang.
Namun, hingga peluit panjang dibunyikan, upaya PSIM Jogja tak membuahkan hasil.
Solidnya pertahanan Dewa United membuat skor 1-0 tetap bertahan hingga akhir pertandingan.
Kekalahan ini menjadi pukulan bagi PSIM Jogja di fase krusial kompetisi, sekaligus menegaskan pekerjaan rumah yang masih harus dibenahi, terutama dalam hal efektivitas penyelesaian akhir. (iza)
Editor : Iwa Ikhwanudin