JAKARTA - Turnamen bulu tangkis paling bergengsi di tanah air, Polytron Indonesia Open 2026 kembali hadir di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Bergulir mulai hari ini, Selasa (2/6/2026), turnamen Super 1000 ini menghadirkan 248 atlet dari 22 negara yang siap memperebutkan total hadiah sebesar 1,45 juta Dollar AS atau setara Rp 25 miliar.
Dalam konferensi pers yang digelar Senin (1/6/2026), Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI), Mohammad Fadil Imran mengatakan bahwa Polytron Indonesia Open 2026 memiliki makna yang begitu dalam. Lebih dari sekadar turnamen bulu tangkis kelas dunia, Polytron Indonesia Open 2026 adalah panggung bersama bagi seluruh ekosistem bulu tangkis Indonesia.
“Kami bersyukur dan mengapresiasi dukungan seluruh mitra strategis, sponsor, klub, pelatih, atlet, media, komunitas, dan para pecinta bulu tangkis yang terus berjuang bersama mendukung kemajuan bulu tangkis Indonesia,” ujar Fadil, dikutip dari rilis resmi PBSI.
Lebih lanjut, Fadil memandang turnamen ini adalah contoh nyata semangat gotong royong yang selama ini menjadi kekuatan utama bulu tangkis Indonesia. Ia mengatakan keberhasilan penyelenggaraan Indonesia Open dibangun atas kerja sama berbagai pihak.
Fadil menegaskan bahwa keberhasilan penyelenggaraan dan capaian prestasi harus berjalan beriringan. Di tengah upayanya menyelenggarkan turnamen berkelas dunia, PBSI tetap fokus pada pembinaan dan regenerasi atlet menuju Asian Games dan Olimpiade Los Angeles 2028.
PBSI melalui Fadil mengapresiasi kerja keras Alwi Farhan yang berlaga hingga semifinal, serta Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri yang keluar sebagai runner-up pada turnamen terakhir di Negeri Singa. “Hasil tersebut memberikan optimisme bahwa proses regenerasi dan penguatan prestasi terus berjalan ke arah yang positif,” terang Fadil.
Ketua Umum PP PBSI itu berharap tren positif yang diraih oleh para atlet dapat dijaga konsistensinya. Sebab bagi PBSI, kesuksesan penyelenggaraan Polytron Indonesia Open 2026 adalah keberhasilan ekosistem, sementara sukses prestasi adalah hasil dari proses panjang yang harus dibangun bersama. (Bunga Faizati Hudianna).
Editor : Iwa Ikhwanudin