Amerika Serikat – Video viral menunjukkan pemain Timnas Senegal menjalani pemeriksaan keamanan dan bagasi langsung di landasan pacu (tarmac) bandara Amerika Serikat segera setelah tiba untuk persiapan Piala Dunia FIFA 2026.
Insiden ini memicu perdebatan sengit di media sosial, dengan banyak netizen Afrika dan Global South menyebutnya sebagai bentuk perlakuan diskriminatif.
Video berdurasi pendek yang beredar luas di X (Twitter) memperlihatkan para pemain berbaju Senegal berdiri atau duduk di kursi lipat di area terbuka bandara.
Petugas Customs and Border Protection (CBP) AS terlihat memeriksa tas dan barang bawaan pemain, sementara satu pemain terlihat mengangkat tangan saat dilakukan pemeriksaan.
Suasana tampak seperti screening massal untuk rombongan charter flight.
Klaim Humiliasi vs Prosedur StandarAkun pan-Afrika @Its_ereko menyebut kejadian itu sebagai "penghinaan" terhadap bintang-bintang Senegal, salah satu kekuatan sepak bola Afrika.
"Ini bukan sekadar keamanan, tapi arogansi rasis dari tuan rumah yang suka menggurui soal keadilan," tulis akun tersebut.
Kejadian serupa dilaporkan menimpa tim lain dari Global South, termasuk Uzbekistan dan seorang wasit Somalia yang ditolak masuk.
Namun, CBP AS menjelaskan bahwa pemeriksaan di tarmac merupakan prosedur standar untuk penerbangan charter yang membawa rombongan besar.
Tujuannya untuk mengelola kerumunan dan memperketat keamanan jelang Piala Dunia yang akan digelar di AS, Kanada, dan Meksiko mulai Juni 2026.
Pemeriksaan semacam ini biasa dilakukan untuk menghindari antrean panjang di terminal.
Insiden ini muncul di tengah ketatnya protokol imigrasi AS di bawah pemerintahan yang menerapkan pembatasan visa ketat bagi warga dari sejumlah negara, termasuk beberapa peserta Piala Dunia asal Afrika.
Baca Juga: Pererat Solidaritas, Kopdar Safety With Honda BeAT Hadir di Yogyakarta
Sebelumnya, striker Irak Aymen Hussein sempat ditahan berjam-jam, sementara wasit Somalia terbaik Afrika dilaporkan ditolak masuk.
Di sisi lain, Timnas Senegal baru saja menyelesaikan laga persahabatan melawan AS dan terus mempersiapkan diri sebagai salah satu favorit dari benua Afrika.
Federasi Sepak Bola Senegal (FSF) hingga berita ini diturunkan belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait video tersebut.
Di media sosial Indonesia, banyak warganet yang ikut berkomentar.
Baca Juga: COER Bersiap! CORTIS Umumkan Tur Dunia Perdana Bertajuk ‘Put Your Phone Down’
Sebagian mendukung Senegal dan menyerukan FIFA serta CAF untuk bersuara, sementara yang lain menganggap ini sebagai prosedur keamanan biasa yang berlaku untuk semua tim.
Beberapa menyebut boikot sebagai opsi, meski sulit direalisasikan.
Piala Dunia 2026 akan menjadi edisi pertama dengan 48 tim.
Peristiwa ini menjadi sorotan dini soal pengalaman tim-tim tamu di negara tuan rumah.
Editor : Iwa Ikhwanudin