Miami – Kejutan besar menjelang Piala Dunia FIFA 2026. Wasit asal Somalia, Omar Abdulkadir Artan, yang baru saja dinobatkan sebagai Wasit Terbaik Afrika 2025 oleh CAF, ditolak masuk Amerika Serikat di Bandara Internasional Miami.
Padahal ia sudah memiliki visa sah dan paspor diplomatik. Artan langsung dideportasi kembali ke Istanbul, Turki.
Insiden ini terjadi pada Sabtu (6 Juni 2026) saat Artan tiba dari Istanbul untuk mengikuti seminar resmi wasit FIFA.
Wasit berusia 34 tahun asal Mogadishu ini dijadwalkan menjadi wasit pertama dari Somalia yang tampil di putaran final Piala Dunia.
Ia termasuk dalam daftar 52 wasit pilihan FIFA.
Melalui juru bicara resmi, FIFA menyatakan bahwa Omar Abdulkadir Artan tidak dapat mengikuti pelatihan maupun memimpin pertandingan di Piala Dunia 2026.
"FIFA tidak terlibat dalam proses imigrasi negara tuan rumah, termasuk penerbitan visa. Kami telah diberitahu oleh otoritas bahwa situasi Artan tidak berubah untuk saat ini," kata juru bicara FIFA kepada AFP.
Federasi Sepak Bola Somalia (SFS) telah mengajukan banding, namun hingga kini belum ada perubahan keputusan.
Otoritas Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS (CBP) menyebutkan bahwa setelah pemeriksaan tambahan, Artan dinyatakan tidak memenuhi syarat masuk karena "vetting concerns" atau kekhawatiran terkait keamanan.
Proses ini merupakan prosedur rutin untuk warga negara Somalia di tengah kebijakan imigrasi yang ketat.
Artan sempat membagikan selfie dengan caption "Off to Miami" sebelum keberangkatan, menunjukkan antusiasmenya.
Namun harapan itu pupus begitu tiba di AS.
Baca Juga: Pendaftaran Dibuka, AHM Best Student Ajak Pelajar Ubah Ide Jadi Inovasi untuk Negeri
Artan dikenal sebagai wasit berprestasi.
Ia memimpin final Liga Champions CAF serta pertandingan penting di Piala Afrika 2024.
Prestasinya sebagai wasit terbaik Afrika 2025 menjadikannya kebanggaan Somalia di kancah internasional.
Banyak yang menilainya sebagai salah satu wasit Afrika terbaik saat ini.
Baca Juga: Fenomena Perayaan Mahasiswa Setelah Sidang Tugas Akhir
Kejadian ini memicu kritik terhadap penyelenggaraan Piala Dunia 2026 yang digelar bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Banyak pihak mempertanyakan kesiapan AS sebagai tuan rumah utama mengingat pembatasan masuk bagi warga dari negara tertentu, termasuk Somalia.
Kasus ini menambah daftar kekhawatiran terkait kelancaran turnamen, terutama bagi tim, official, dan suporter dari berbagai negara.
Sampai berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi lebih lanjut dari Pemerintah Somalia maupun FIFA mengenai kemungkinan pengganti Artan.
Editor : Iwa Ikhwanudin