Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Saling Memaafkan, Insiden Cekcok Danrem 072/Pamungkas dan Marshal di Mandiri Jogja Marathon Berakhir Damai

Bunga Faizati Hudianna • Senin, 22 Juni 2026 | 14:39 WIB
Insiden menegangkan di lintasan Mandiri Jogja Marathon 2026. (Foto: Radar Solo)
Insiden menegangkan di lintasan Mandiri Jogja Marathon 2026. (Foto: Radar Solo)

RADAR MALIOBORO - Gelaran Mandiri Jogja Marathon (MJM) 2026 yang berlangsung di kawasan Candi Prambanan pada Minggu (21/6/2026) sempat terjadi insiden ketegangan.

Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan aksi adu mulut antara petugas pengaman lintasan (marshal) dengan Komandan Korem (Danrem) 072/Pamungkas, Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono.

Ketegangan bermula ketika seorang marshal memberhentikan dan mengeluarkan seorang pelari dari lintasan steril karena tidak mengenakan nomor dada atau BIB demi menjaga sportifitas kompetisi.

Pelari tersebut diketahui merupakan ajudan dari Brigjen TNI Yuniar yang bertugas mendokumentasikan aktivitas Danrem selama perlombaan.

Baca Juga: Mengenal Hari Internasional Penghapusan Kekerasan Seksual dalam Konflik Setiap 19 Juni

Melihat anggotanya dikeluarkan, Brigjen Yuniar yang merupakan peserta resmi sempat tidak terima.

Ia mencoba menarik kembali sang ajudan ke dalam jalur sirkuit sambil menegur petugas dengan alasan pria tersebut adalah pengawal pribadinya.

Namun, upaya tersebut dihalangi oleh marshal, hingga memicu perdebatan yang mengundang kritik dari warganet di media sosial.

Baca Juga: Hari Hutan Hujan Sedunia 22 Juni: Momentum Menjaga Paru-paru Dunia dan Masa Depan Indonesia

Merespons peristiwa yang viral tersebut, Kepala Penerangan Korem (Kapenrem) 072/Pamungkas, Mayor Inf Suwito, menegaskan bahwa insiden itu murni karena kesalahpahaman. Pihaknya menyatakan bahwa persoalan tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan melalui mediasi yang digelar pada Minggu petang (21/6/2026) di Hotel Tentrem, Kota Yogyakarta.

Berdasarkan keterangan resmi Korem 072/Pamungkas, Brigjen TNI Yuniar sebenarnya memiliki 4 tiket umum dan 1 tiket undangan Muspida. Beliau mengikuti ajang maraton tersebut bersama istri, satu orang anak, dan seorang ajudan resmi dengan mengenakan jersey dari panitia.

Sejak garis start, sang ajudan dikonfirmasi sudah mengenakan nomor dada atau BIB. Namun, karena ajudan tersebut kerap berlari mendahului rombongan Danrem untuk mengambil foto di tengah kondisi lintasan yang padat, nomor dadanya diduga terlepas dan terjatuh tanpa disadari.

Baca Juga: Astra Motor Racing Team Borong 9 Podium di Mandalika Racing Series Ronde 2, Andi Gilang Sumbang 4 Podium

Melalui video klarifikasi yang dirilis Penerangan Kodam IV/Diponegoro, Brigjen TNI Yuniar beserta ajudannya telah menyampaikan permohonan maaf yang tulus kepada penyelenggara, petugas, relawan, dan peserta lain yang terdampak.

“Saya ingin menyampaikan permohonan maaf atas kelalaian saya saat mengikuti lari dengan menggunakan jersey namun tidak menggunakan BIB. Saya menyadari tindakan tersebut merupakan kesalahan dan tidak sesuai aturan. Saya bertanggung jawab penuh dan menjadikannya pembelajaran ke depan,” ujar ajudan Danrem dalam video tersebut.

Di sisi lain, perwakilan marshal yang terlibat dalam insiden itu juga menyampaikan permohonan maaf atas tindakan spontannya di lapangan yang dinilai berlebihan. Dengan adanya mediasi dan saling memaafkan tersebut, kedua belah pihak menyatakan bahwa permasalahan ini telah resmi selesai. (Bunga Faizati Hudianna).

Editor : Iwa Ikhwanudin
#mjm #danrem jogja #mandiri jogja marathon