Sorotan Van Gastel Soal Visi Bermain Pemain Lokal dan Tantangan PSIM Jogja di Super League

Fahmi Fahriza • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 14:27 WIB
Jean Paul van Gastel
Jean Paul van Gastel

 YOGYAKARTA - Menatap sengitnya peta persaingan BRI Super League musim 2026/2027, pelatih PSIM Jogja asal Belanda, Jean Paul van Gastel, membagikan pandangan mendalam terkait lanskap sepak bola nasional.

Di tengah persiapan Laskar Mataram, Van Gastel menggarisbawahi pentingnya pemahaman taktik serta pematangan kemampuan membaca pertandingan bagi pesepak bola Indonesia.

Menurut mantan pemain timnas Belanda tersebut, keterlambatan fondasi pembinaan usia dini di tanah air dibanding Eropa menjadi salah satu pemicu utama.

Kondisi ini berpengaruh langsung pada ketajaman insting dan pengambilan keputusan pemain saat situasi di lapangan berubah dalam hitungan detik.

Kendati demikian, Van Gastel menegaskan bahwa persoalan ini sama sekali tak berkaitan dengan etos kerja maupun mentalitas. Selama setahun mengarsiteki PSIM Jogja, ia justru melayangkan pujian atas dedikasi serta kedisiplinan para penggawa lokal.

"Saya puas dengan pemain lokal yang ada di PSIM. Motivasi mereka bagus, sikap mereka juga. Tetapi tentu, baik pemain lokal atau asing, masih banyak bagian dari permainan yang bisa ditingkatkan," tutur Van Gastel, Rabu (5/8/2026).

Baca Juga: Teknik Sederhana Selama 2 Menit untuk Mengalahkan Prokrastinasi dan Membangun Fokus

Juru taktik yang akrab dengan filosofi permainan cepat ini memaparkan bahwa sepak bola modern menuntut fleksibilitas berpikir yang tinggi. Seorang pemain dituntut tak hanya mengandalkan fisik, tetapi juga secara konstan membaca pergerakan kawan, pergeseran lawan, serta ruang kosong untuk mengeksekusi tindakan terbaik.

"Saya pikir penting meningkatkan aspek taktik, terutama dalam membaca permainan. Apa yang terjadi di pertandingan dan yang harus dilakukan menghadapi situasi itu. Sepak bola itu rumit karena permainan berubah dengan cepat," lanjutnya.

Penguatan visi bermain ini menjadi modal vital mengingat kompetisi musim ini diprediksi berjalan jauh lebih berat. Kehadiran klub-klub promosi dengan sokongan finansial melimpah diyakini akan memperketat persaingan papan atas maupun papan tengah dalam memburu pemain-pemain berkualitas.

Sadar akan dinamika persaingan yang kian kompetitif, Van Gastel memilih bersikap realistis namun tetap memelihara ambisi besar. Ia menerapkan pendekatan bertahap bagi PSIM Jogja: mengamankan posisi di kasta tertinggi terlebih dahulu sebagai sasaran utama, sebelum melangkah lebih jauh untuk membidik pencapaian yang lebih tinggi dari musim sebelumnya.

Baca Juga: Gaya Hidup Minim Sampah: Langkah Kecil yang Nyata Hemat Kantong dan Selamatkan Bumi

Dukungan publik Stadion Mandala Krida pun diharapkan menjadi bahan bakar utama bagi PSIM Jogja untuk melintasi ketatnya gelombang persaingan Super League musim ini. (iza)

 

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Radar Jogja
Jean Paul van Gastel psim jogja sepak bola indonesia laskar mataram BRI Super League