Dari Borneo FC hingga PSM, Yogyakarta Kembali Jadi Magnet Training Camp Klub Liga Indonesia

Fahmi Fahriza • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 14:40 WIB
Dosen Ilmu Komunikasi UMY Fajar Junaedi. (Foto: Fahmi Fahriza/Radar Jogja) 
Dosen Ilmu Komunikasi UMY Fajar Junaedi. (Foto: Fahmi Fahriza/Radar Jogja) 

 YOGYAKARTA - Daerah Istimewa Yogyakarta kembali menjadi primadona bagi klub-klub sepak bola profesional Tanah Air dalam menjalani pemusatan latihan atau training camp (TC) menjelang kompetisi musim 2026/2027. Fenomena ini terlihat dari banyaknya tim kasta tertinggi dan kedua yang memilih Bumi Gudeg sebagai lokasi persiapan sepanjang pramusim.

Berdasarkan pantauan hingga Rabu (5/8/2026), sejumlah klub tercatat sedang atau akan menjalani TC di DIY. Dari kasta Super League, ada PSIM Jogja dan PSS Sleman yang merupakan klub asal setempat. Sementara klub pendatang antara lain Borneo FC Samarinda, Java United (eks Malut United), dan Persita Tangerang. Dari kasta Championship, Semen Padang FC turut memilih Jogja sebagai lokasi latihan.

Borneo FC dijadwalkan menjalani TC selama sekitar satu bulan sejak awal Agustus, sementara Persita menggelar pemusatan latihan selama dua pekan. Semen Padang FC yang telah tiba pada 2 Agustus lalu dijadwalkan menjalani rangkaian uji coba hingga 18 Agustus 2026. Sebelumnya, PSIS Semarang juga sempat menjadikan Jogja sebagai basis latihan hingga 2 Agustus, dan giliran PSM Makassar yang akan menyusul pada 7-21 Agustus 2026.

Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) sekaligus pengamat sepak bola, Fajar Junaedi, menilai fenomena ini bukan sekadar kebetulan. Menurutnya, ada kombinasi faktor yang membuat DIY menjadi pilihan praktis bagi klub profesional.

Baca Juga: Viral di Medsos, Aksi Begal di Pakem Sleman Sadis, Pengendara Dianiaya dan Kehilangan Rp 4,5 Juta

"Faktor utamanya cukup jelas: kualitas lapangan yang banyak berstandar bagus, biaya hidup yang relatif terjangkau untuk penginapan, makan, dan kebutuhan tim, serta kemudahan transportasi karena posisi geografisnya strategis," kata Fajar saat ditemui Radar Jogja, Rabu (5/8/2026).

Akses menuju DIY juga menjadi pertimbangan penting. Klub dari luar daerah relatif mudah menjangkau Yogyakarta melalui jalur udara maupun darat dengan berbagai pilihan moda transportasi. Mobilitas pemain, staf pelatih, dan kebutuhan tim menjadi lebih efisien.

Keberadaan banyak fasilitas latihan membuat klub memiliki pilihan venue yang lebih beragam. Tidak hanya milik pemerintah atau klub, sejumlah perguruan tinggi di DIY juga memiliki lapangan sepak bola yang dapat dimanfaatkan.

"Ada fasilitas latihan yang relatif banyak, baik milik pemerintah atau swasta. Juga termasuk lapangan milik kampus seperti UNY, UMY, UII, dan UGM, memang jadi salah satu keunggulan nyata dibanding daerah lain," ujar Fajar.

Baca Juga: Sorotan Van Gastel Soal Visi Bermain Pemain Lokal dan Tantangan PSIM Jogja di Super League

Kondisi ini memberikan fleksibilitas bagi klub yang membutuhkan lapangan berkualitas, terutama ketika sejumlah tim lain juga sedang menjalani TC dalam periode yang bersamaan.

Faktor lain yang tidak kalah penting adalah ekosistem sepak bola di DIY. Keberadaan PSIM Jogja, PSS Sleman, dan Persiba Bantul menciptakan atmosfer yang mendukung bagi klub yang menjalani TC. Jarak antarkota dan kabupaten yang relatif dekat memudahkan klub mengatur agenda pertandingan uji coba.

"Klub juga mudah mencari lawan uji coba karena banyak tim lain yang sama-sama TC di sini. Suasana yang nyaman dan hemat operasional membuat banyak manajemen klub merasa Jogja jadi pilihan praktis," tutur Fajar.

Fajar menilai DIJ saat ini sudah pantas disebut sebagai salah satu hub favorit bagi klub profesional. Namun, ia menilai masih terlalu dini untuk menyebutnya sebagai training hub utama yang setara dengan destinasi kelas dunia.

"Sudah pantas disebut salah satu hub favorit, terutama bagi klub yang mencari kombinasi efisiensi biaya, opsi lapangan, dan kemudahan mencari lawan. Namun masih terlalu dini menyebutnya sebagai training hub utama yang setara dengan destinasi kelas dunia," pungkasnya.

Dengan semua keunggulan yang dimiliki, Yogyakarta tampaknya akan terus menjadi destinasi favorit bagi klub-klub sepak bola Tanah Air dalam beberapa musim mendatang. (iza)

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Radar Jogja
sepak bola indonesia training camp olahraga sport tourism diy