YOGYAKARTA - Harapan pecinta sepak bola di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk menyaksikan Derby DIY antara PSIM Yogyakarta dan PSS Sleman di kandang sendiri mulai menemukan titik terang. Polda DIY membuka peluang laga sarat gengsi tersebut dapat digelar di wilayah Yogyakarta pada kompetisi Liga 1 musim 2026/2027, dengan catatan seluruh aspek keamanan dapat dipenuhi.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolda DIY Irjen Pol Anggoro Sukartono saat ditemui wartawan di Kompleks Kepatihan, Rabu (5/8/2026). Menurutnya, hingga saat ini belum ada keputusan final yang menutup kemungkinan derby digelar di DIY.
"Segala sesuatu bisa mungkin terjadi," ujar Anggoro.
Pernyataan itu menjadi angin segar bagi para pendukung kedua tim. Sebab, duel PSIM kontra PSS selalu menjadi salah satu pertandingan paling dinantikan dalam kalender sepak bola nasional. Selain mempertemukan dua klub asal DIY, laga ini juga menyedot perhatian karena rivalitas panjang yang dimiliki kedua kesebelasan beserta basis suporternya.
Sebelumnya, operator kompetisi I.League telah merilis jadwal pertandingan putaran pertama Liga 1 musim 2026/2027. Dalam jadwal tersebut, PSIM dijadwalkan menjamu PSS Sleman di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, pada 10 Desember 2026.
Meski jadwal dan lokasi pertandingan telah diumumkan, Polda DIY masih akan melakukan serangkaian pembahasan dengan berbagai pihak sebelum pertandingan berlangsung. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh persiapan berjalan optimal, terutama dari sisi keamanan.
Kapolda menjelaskan, dalam waktu dekat pihaknya akan mengundang manajemen PSIM dan PSS Sleman, perwakilan suporter, serta pemerintah daerah dari Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman dalam satu forum diskusi. Pertemuan itu diharapkan dapat menghasilkan kesepahaman mengenai pelaksanaan laga yang aman dan kondusif.
"Nanti akan dilaksanakan minggu depan kalau tidak salah, akan mempertemukan PSIM, PSS Sleman, para manajer, pemilik, dan Pemda setempat, Jogja dan Sleman. Nanti kami di belakang," jelasnya.
Melalui forum tersebut, kepolisian ingin mendengar masukan dari seluruh pemangku kepentingan sekaligus memetakan potensi risiko yang mungkin muncul menjelang pertandingan.
Salah satu isu yang menjadi perhatian publik adalah kemungkinan pertandingan dihadiri penonton. Mengingat sejarah rivalitas kedua kelompok suporter, kehadiran penonton selalu menjadi aspek yang membutuhkan perencanaan dan pengamanan ekstra.
Menanggapi hal tersebut, Anggoro mengatakan keputusan mengenai kehadiran suporter belum ditetapkan. Pembahasannya akan dilakukan bersama seluruh pihak dalam forum koordinasi yang telah dijadwalkan.
Menurutnya, Polda DIY akan mendasarkan setiap keputusan pada hasil evaluasi situasi keamanan di lapangan. Jika kondisi dinilai memungkinkan, berbagai skema pelaksanaan pertandingan akan dipertimbangkan. Sebaliknya, apabila potensi gangguan keamanan masih tinggi, kepolisian tidak akan ragu mengambil langkah pembatasan demi menjaga keselamatan masyarakat.
Baca Juga: Kecelakaan Maut di Jalan Palagan Sleman, Dua Mahasiswa Tewas Usai Motor Oleng dan Tabrak Tembok
"Nanti kami lihat di sana, putusannya bagaimana. Kalau lihat situasi tidak memungkinkan, pasti kita larang demi Jogja aman," tegasnya.
Polda DIY menegaskan bahwa keselamatan masyarakat, pemain, ofisial, dan seluruh pihak yang terlibat menjadi prioritas utama. Karena itu, koordinasi lintas sektor dinilai menjadi kunci agar pertandingan dapat berlangsung tanpa menimbulkan gangguan keamanan maupun ketertiban umum.
Apabila seluruh proses koordinasi berjalan lancar dan tercapai komitmen bersama dari klub, suporter, pemerintah daerah, serta aparat keamanan, Derby DIY berpotensi menjadi momentum penting bagi sepak bola Yogyakarta. Selain menghadirkan atmosfer kompetisi yang sehat, pertandingan ini juga diharapkan mampu menunjukkan bahwa rivalitas di lapangan dapat berjalan berdampingan dengan sportivitas dan kedewasaan para pendukung. (ayu)
Editor : Iwa Ikhwanudin