PSIM Jogja Datangkan Winger Kosta Rika, Marvin Loria Jadi Keping Terakhir Skuad Laskar Mataram

Fahmi Fahriza • Dipublikasikan Minggu, 9 Agustus 2026 | 10:20 WIB
Pemain baru PSIM Jogja Marvin Loria. (Foto: Dokumen PSIM Jogja)
Pemain baru PSIM Jogja Marvin Loria. (Foto: Dokumen PSIM Jogja)

 JOGJA – PSIM Jogja akhirnya menemukan kepingan terakhir untuk melengkapi kekuatan tim menjelang bergulirnya BRI Super League 2026/2027. Laskar Mataram resmi mendatangkan winger asal Kosta Rika, Marvin Antonio Loria Leiton.

Kehadiran pemain kelahiran 24 April 1997 itu bukan sekadar menambah jumlah pemain di dalam skuad. Loria diproyeksikan memberikan warna baru dalam permainan PSIM, terutama untuk memperkuat pilihan di sektor sayap.

Transfer tersebut sekaligus menjadi penutup aktivitas PSIM Jogja dalam mendatangkan pemain asing pada bursa transfer awal musim. Setelah komposisi dianggap lengkap, perhatian klub kini beralih pada satu pekerjaan penting: memastikan seluruh pemain siap menghadapi persaingan panjang di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Manajer Tim PSIM Jogja, Iksan Mahar, menyebut kedatangan Loria sebagai bagian terakhir dari puzzle yang sedang disusun Laskar Mataram.

Baca Juga: PSS Sleman Resmi Luncurkan Tim Super League 2026/2027, Usung Semangat Baru dan Harapan Tak Berujung dari Maguwoharjo

Menurutnya, kebutuhan tim dari sisi komposisi pemain sudah terpenuhi. PSIM kini tidak lagi berburu pemain baru dan dapat sepenuhnya berkonsentrasi pada persiapan menghadapi kompetisi yang dijadwalkan mulai 4 September 2026.

"Marvin Loria menjadi pelengkap skuad PSIM Jogja untuk musim 2026/2027. Setelah kedatangannya, aktivitas perekrutan pemain baru kami akhiri dan fokus beralih ke persiapan kompetisi," kata Iksan, Sabtu (8/8).

Loria datang dengan pengalaman yang cukup beragam. Pemain Kosta Rika tersebut pernah berkarier di negaranya maupun Amerika Serikat. Ia juga tercatat pernah menjadi bagian dari Benfica B di Portugal.

Pengalaman lintas kompetisi itu diharapkan dapat memberikan tambahan perspektif bagi ruang ganti PSIM. Terlebih, Loria tidak hanya mengandalkan kemampuan bermain di satu posisi.

Baca Juga: Dilema Sekolah Rakyat di Tengah Menyusutnya Anak Usia Sekolah: Solusi Tepat Sasaran atau Pemborosan Anggaran?

Fleksibilitas menjadi salah satu alasan PSIM memilih pemain tersebut. Loria dapat ditempatkan di beberapa posisi dalam skema permainan menyerang. Kondisi itu memberikan ruang lebih luas bagi pelatih Jean Paul van Gastel untuk merancang variasi serangan.

Di tengah ketatnya persaingan Super League, kemampuan memiliki lebih dari satu opsi tentu menjadi keuntungan. Ketika sebuah pertandingan berjalan tidak sesuai rencana, pemain dengan fleksibilitas posisi bisa menjadi solusi dari bangku cadangan maupun sejak menit pertama.

"Loria kami harapkan bisa menjadi penyeimbang di sektor sayap. Pengalamannya juga diharapkan bisa memberikan contoh dan menjadi referensi bagi pemain lokal yang bermain di posisi serupa," ujar Iksan.

Kehadiran Loria juga membuat persaingan di lini depan PSIM semakin terbuka. Setiap pemain dituntut menunjukkan performa terbaik untuk mendapatkan kepercayaan Van Gastel.

Baca Juga: RSA UGM Nonaktifkan Perawat DPA yang Ikut Mencibir Pasien BPJS di Media Sosial, Sanksi Masih Dibahas

Bagi Loria, tantangan berikutnya adalah beradaptasi secepat mungkin. Lingkungan baru, karakter sepak bola Indonesia, rekan setim, hingga sistem permainan yang diterapkan Van Gastel menjadi bagian dari proses yang harus dilalui.

PSIM sendiri kini memiliki waktu untuk menyatukan seluruh elemen tersebut sebelum kompetisi resmi dimulai. Chemistry antarpemain akan menjadi salah satu kunci penting setelah aktivitas transfer klub ditutup.

Iksan percaya kemampuan Loria menjalankan sejumlah peran dalam sistem menyerang akan memberi keuntungan tersendiri bagi tim pelatih.

"Kemampuannya bermain di beberapa posisi dalam sistem serangan membuat Loria menjadi tambahan yang berguna untuk kebutuhan taktik Coach Jean Paul," pungkasnya.

Baca Juga: Hanif Sjahbandi Masih Belum 100 Persen, Fans PSS Sleman Diminta Sabar Tunggu Aksi Impresif Gelandang Anyar

Kini, tidak ada lagi nama baru yang perlu ditunggu. Puzzle skuad PSIM Jogja telah lengkap. Tantangan berikutnya jauh lebih besar: membuktikan bahwa susunan pemain tersebut mampu membawa Laskar Mataram berbicara banyak ketika BRI Super League 2026/2027 benar-benar dimulai. (iza) 

Editor : Iwa Ikhwanudin
Jean Paul van Gastel Marvin Loria BRI Super League 2026/2027 psim jogja laskar mataram