F1 2027 Bakal Kurangi Jarak Balapan? Ini Alasan di Balik Wacana Pengurangan Lap

Muhammad Rizal Kurniawan • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 13:15 WIB
FIA disebut akan melakukan penyesuaian regulasi mesin secara bertahap pada 2027 dan 2028(foto: IG @f1speed.indonesia )
FIA disebut akan melakukan penyesuaian regulasi mesin secara bertahap pada 2027 dan 2028(foto: IG @f1speed.indonesia )

Formula 1 berpotensi mengalami perubahan jarak tempuh balapan mulai musim 2027. Sejumlah tim disebut tengah mempertimbangkan pengurangan jumlah lap sebagai konsekuensi dari penyesuaian regulasi teknis mesin yang akan diterapkan secara bertahap.

Perubahan tersebut berkaitan dengan regulasi power unit F1 2026 yang akan mengalami penyesuaian pada 2027 dan 2028. Berdasarkan informasi yang beredar, tenaga mesin pembakaran internal atau Internal Combustion Engine (ICE) akan ditingkatkan secara bertahap.

Pada 2026, tenaga maksimum ICE berada di sekitar 400 kW. Angka tersebut disebut meningkat menjadi 420 kW pada 2027 dan 450 kW pada 2028. Di sisi lain, sistem pemulihan energi juga mengalami perubahan, termasuk peningkatan kemampuan harvesting power dari 350 kW pada 2026 menjadi 375 kW pada 2027 dan 400 kW pada 2028.

Peningkatan tenaga mesin berpotensi berdampak pada konsumsi bahan bakar. Jika kebutuhan bahan bakar meningkat, kapasitas tangki juga perlu disesuaikan agar mobil tetap mampu menyelesaikan balapan dengan strategi yang ada.

Baca Juga: Menepis Kabar Burung, Seorang Warganet Buat Web Pantau Abu Vulkanik 

Persoalannya, perubahan kapasitas tangki dapat berdampak pada desain sasis mobil. Tim yang telah merancang sasis untuk regulasi 2026 dan berencana menggunakannya hingga musim berikutnya berpotensi harus melakukan perubahan desain.

Perubahan tersebut tentu membutuhkan biaya tambahan. Karena itu, salah satu solusi yang disebut menjadi pertimbangan adalah mengurangi jarak tempuh balapan.

Jarak balapan F1 yang secara umum berada di kisaran 305 kilometer disebut dapat dikurangi menjadi sekitar 290 kilometer. Pengurangan tersebut setara dengan sekitar 3 hingga 5 putaran, tergantung karakteristik masing-masing sirkuit.

Dengan demikian, pengurangan jumlah lap bukan semata-mata bertujuan memperpendek durasi balapan. Langkah tersebut berkaitan dengan upaya menyesuaikan kebutuhan bahan bakar dan regulasi mesin baru tanpa memaksa tim melakukan perubahan besar pada sasis serta kapasitas tangki.

Jika rencana tersebut benar-benar diterapkan, musim 2027 dan 2028 akan menjadi periode penting bagi F1 karena tim harus beradaptasi dengan peningkatan performa mesin sekaligus tuntutan efisiensi energi dan biaya pengembangan.

 

Editor : Bahana.
F15E ditembak jatuh Iran F1 2027 FAI formula 1