RADAR MALIOBORO - Pendiri Ethereum, Vitalik Buterin, mengusulkan penggantian Ethereum Virtual Machine (EVM) dengan arsitektur instruksi RISC-V.
Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan kecepatan dan efisiensi jaringan Ethereum, menjadikannya lebih kompetitif di tengah persaingan dengan blockchain berkinerja tinggi seperti Solana dan Sui.
EVM saat ini berfungsi sebagai lingkungan eksekusi untuk smart contract di Ethereum.
Namun, EVM sering dikritik karena keterbatasannya dalam hal kecepatan dan skalabilitas, terutama saat volume transaksi meningkat.
RISC-V, di sisi lain, adalah arsitektur instruksi open-source yang dikenal karena efisiensi dan fleksibilitasnya.
Dengan mengadopsi RISC-V, Ethereum dapat mempercepat eksekusi smart contract tanpa mengubah fitur dasar seperti akun, penyimpanan, dan panggilan antar-kontrak.
Dalam proposalnya, Buterin menyoroti beberapa tantangan jangka panjang Ethereum, di antaranya:
1. Ketersediaan Data: Memastikan sampling data yang stabil untuk mendukung skalabilitas.
2. Produksi Blok: Menjaga pasar produksi blok tetap kompetitif.
3. Zero-Knowledge Proofs: Meningkatkan efisiensi fungsi zero-knowledge untuk lapisan eksekusi, yang penting untuk privasi dan skalabilitas.
Dengan mengganti EVM dengan RISC-V, Buterin mengklaim bahwa Ethereum dapat mencapai peningkatan efisiensi hingga 100x, mengurangi latensi transaksi dan biaya gas, yang selama ini menjadi keluhan utama pengguna.
Baca Juga: Lima Hal Ini Bikin Hidup Kamu Lebih Tenang, Begini Tips Ala Ferdi Yandi
Proposal ini memicu berbagai tanggapan di kalangan komunitas crypto.
Beberapa pihak mendukung langkah ini sebagai inovasi yang diperlukan, sementara yang lain menyuarakan kekhawatiran tentang kompatibilitas dengan solusi layer-2 yang bergantung pada EVM.
Perubahan ini juga dapat mempengaruhi pengembang dan aplikasi terdesentralisasi (dApps) yang ada, yang mungkin perlu disesuaikan untuk kompatibilitas dengan sistem baru.
Meskipun menjanjikan peningkatan signifikan, implementasi RISC-V akan memerlukan pembaruan signifikan pada smart contract dan alat pengembangan yang ada.
Komunitas crypto terus memantau perkembangan ini, dengan harapan bahwa Ethereum dapat mempertahankan posisinya sebagai pemimpin di dunia blockchain. (Affan Yunas Hakim)
Editor : Meitika Candra Lantiva