Hal ini menandai langkah baru perusahaan dalam memperkuat layanan dan inovasi di dunia percetakan digital.
Launching berlangsung hangat dengan kehadiran seniman dan budayawan legendaris Didi Nini Thowok sebagai tamu kehormatan.
Owner Imperial Digital Printing Setia Budi menegaskan pembukaan kantor baru bukan sekadar pindah lokasi, tetapi langkah strategis memperluas jangkauan layanan tanpa kehilangan kedekatan dengan masyarakat Jogja.
"Lokasinya memang masih di sekitar area lama, tapi kami ingin tetap menjadi bagian dari Jogja dan terus mendukung kebutuhan cetak masyarakat, UMKM, hingga pelaku kreatif,” ujar Budi disela acara.
Menariknya, Imperial Digital Printing turut memperkenalkan layanan cetak 24 jam non-stop. Pertama kali dihadirkan oleh percetakan di Jogja.
Tentunya, dengan tambahan mesin dan fasilitas yang lebih lengkap, kapasitas produksi kini meningkat dua kali lipat dari sebelumnya.
“Dulu kami hanya buka sampai jam sebelas malam. Mulai hari ini, kami resmi beroperasi 24 jam penuh sebagai mitra kreatif yang selalu on — siang dan malam,” tambahnya.
Seniman kondang Didi Nini Thowok pun turut memberi apresiasi rsebut. Pria bernama Didik Hadiprayitno itu menyebut layanan cetak 24 jam sangat membantu para seniman dan mahasiswa yang sering bekerja di waktu tak terduga.
“Kadang inspirasi datang tengah malam, dan butuh cetak cepat. Layanan seperti ini sangat membantu kami,” tuturnya.
(Clara Christa Melati Putri, Lourenso Aditya)
Editor : Heru Pratomo