Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

JAFF Market 2025: Mira Lesmana Akui Pentingnya Rekam Jejak Finansial, Amar Bank Tawarkan Solusi

Guntur Aga Tirtana • Senin, 1 Desember 2025 | 03:56 WIB
Mira Lesmana Akui Pentingnya Rekam Jejak Finansial, Amar Bank Tawarkan Solusi
Mira Lesmana Akui Pentingnya Rekam Jejak Finansial, Amar Bank Tawarkan Solusi
 
 
YOGYAKARTA – PT Bank Amar Indonesia Tbk (Amar Bank) terus memperkuat perannya sebagai bank digital. Tak hanya fokus menyasar segmen retail dan UMKM ini serius mempertegas peran aktifnya dalam mendekatkan teknologi finansial dengan ekosistem kreatif di Tanah Air.
 
Lewat gelaran JAFF Market 2025 Powered by Amar Bank di Yogyakarta, hari ini (30/11), mereka resmi 'unboxing' layanan perdana bernama Amar Bank Bisnis. Inovasi ini digadang-gadang jadi jawaban atas keruwetan finansial di industri perfilman.
 
Platform anyar ini memungkinkan rumah produksi dan produser untuk memantau arus kas secara real-time, mengatur anggaran per proyek dengan rapi, sekaligus membangun rekam jejak finansial yang lebih terukur dan transparan. Praktis, efisien, dan tepat guna.
 
 
Pahami 'Dapur' UMKM dan Industri Film
 
Amar Bank Bisnis lahir bukan tanpa alasan. Ini adalah komitmen bank yang ingin menyelami langsung cara kerja dan kebutuhan operasional UMKM serta pelaku industri ekonomi kreatif. Solusinya pun dirancang 'njlimet' sesuai karakter UMKM, terutama industri film yang kental dengan skema berbasis proyek dengan alur pengeluaran dinamis dan kompleks.
 
Senior Vice President MSME Amar Bank, Josua Sloane, buka suara soal keterlibatan mereka. “Kami melihat industri film terus berkembang, tetapi tantangan finansialnya juga makin kompleks.
 
Karena itu, Amar Bank Bisnis kami hadirkan sebagai solusi yang memahami ritme kerja produksi film mulai dari kebutuhan pembayaran yang cepat, kontrol anggaran yang ketat, sampai pelaporan yang transparan,” ujar Josua di Plaza Stage JAFF Market 2025.
 
 
Meski soft launch menyasar sineas, Josua menegaskan layanan ini tak eksklusif. "Layanan ini bisa membantu segmen UMKM secara lebih luas," imbuhnya. Juga fitur 'Joss' untuk Arus Kas Terkendali
 
Pertumbuhan industri film nasional—diproyeksikan mencapai 200 judul pada 2028—menuntut pengelolaan keuangan digital yang relevan. Dengan anggaran besar dan pola pembiayaan beragam, solusi digital Amar Bank Bisnis jadi penting.
Berikut fitur unggulan yang ditawarkan, Pantau Keuangan Real-Time: Semua transaksi tercatat otomatis, kontrol anggaran proyek via smartphone.
 
 
Kemudian pinjaman Bisnis Cepat & Efisien: Pengajuan online penuh, respons resmi dalam 10 hari kerja.Kelola Multi-Rekening dalam Satu Platform: Atur rekening terpisah untuk tiap proyek atau departemen dengan mudah.
 
Ada pula AI Insight untuk Analisis: Laporan keuangan aman di Brankas, AI bantu analisis performa bisnis dan kesiapan pendanaan.Tanpa Biaya 'Neko-neko': Bebas setoran awal, administrasi bulanan, dan penalti saldo minimum.
 
Mira Lesmana Akui Pentingnya 'Rekam Jejak'
Produser kawakan sekaligus pemilik Miles Films, Mira Lesmana, turut nimbrung dalam diskusi panel. Ia menekankan vitalnya manajemen keuangan matang.
 
"Kami harus melalui proses pembuktian. Investor perlu diyakinkan bahwa dana yang mereka berikan dikelola dengan baik," ungkap Mira. Transparansi ini krusial untuk menjaga kepercayaan investor.
 
Kolaborasi antara lembaga finansial dan pelaku industri kreatif, menurut Mira, sangat krusial. "Jika mau terjun ke layar lebar, penggabungan keduanya menjadi sangat krusial," tegasnya.
 
Sebagai mitra utama JAFF Market 2025, Amar Bank optimis perbankan digital dapat berperan sebagai infrastruktur pendukung yang 'menyatu' dengan kebutuhan industri. Soft launch ini jadi pijakan awal Amar Bank untuk terus memperdalam kolaborasi, memastikan kreativitas dapat tumbuh berdampingan dengan keberlanjutan bisnis.
 
 
 
Editor : Heru Pratomo
#Bank Digital #amar bank #JAFF Market 2025 #mira lesmana